Artikel

Silaturrahmi Nasional “Meneladani Mbah Ali Maksum dalam Khidmah Berbangsa dan Bernegara”

Ahad, 12/12 berbagai rangkaian acara dalam memeriahkah Haul ke-33 Almagfurlah KH. Ali Maksum yang telah diselenggarakan pada hari Rabu, 15 Desember 2021 sudah dilaksanakan.

Webinar Silaturahmi Nasional dengan topik Meneladani Mbah Ali Maksum dalam Berkhidmah untuk Bangsa dan Negara menjadi acara pertama dalam menuju puncak haul.

Webinar ini dilaksanakan secara hybrid yang bertempat di Pondok Pesantren Krapyak Yasasan Ali Maksum, dengan mengundang beberapa tamu undangan khusus, yang juga dihadiri secara virtual oleh umum melalui zoom meeting dan streaming youtoube.

Adapun dalam webinar ini menghadirkan beberapa pembicara terkemuka, diantaranya adalah beliau Bapak Dr. KH. As’ad Sa’id Ali, Bapak Drs. KH. Masyhuri Malik, Bapak Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi, Bapak KH. Asyhari Abta, Bapak KH. Haidar Idris, dan Bapak Dr. KH Abdullah Arief Cholil, SH,. MA. Dengan moderator yang dibawakan oleh Bapak Dr. KH. Zuhdi Muhdhor dan Bapak Dr. Arif Akhyat.

Bapak Fuad, selaku tuan rumah memberikan sambutannya dan menjadi pembuka dalam acara webinar silaturahmi nasional ini.

Dalam sambutannya bapak Fuad menyampaikan secara singkat mengenai sosok KH. Ali Maksum. Beliau merupakan sosok pemimpin hebat yang mampu memimpin NU yang pada saat itu dalam kondisi yang sangat sulit.

Webinar Nasional ini terbagi dalam dua sesi. Yang mana dalam sesi pertama terdapat empat pembicara yang akan memberikan pandangannya mengenai bagaimana sosok mbah Ali Maksum dalam berkhidmah untuk bangsa dan negara. Yakni Bapak Dr. KH. As’ad Sa’id Ali, Drs. KH. Masyhuri Malik, Drs. KH. Masdar Farid Mas’udi dan KH. Asyhari Abta.

Menurut bapak As’ad Said Ali dalam pandangan beliau, selaku pembicara pertama dalam webinar ini. Beliau mengatakan bahwa Mbah Ali merupakan orang sosok yang wasathoniyah, yang mana bisa menjadi panutan bersama.

Beliau Bapak KH. As’ad Sa’id Ali juga memberikan 5 poin arahan yang beliau amati dari sosok KH. Ali Maksum mengenai cara berorganisasi NU. Diantaranya yaitu; warga NU itu harus yakin dan percaya penuh pada NU dan tidak ada keraguan apapun terhadap NU; memahami dan mengerti benar NU; mempraktekkan ajaran NU; berjihad-memperjuangkan NU di manapun kamu berada; dan yang terakhir ash-shobru fii sabilillah li nahdlotil ulama.

Adapun bapak Drs. KH.Masdar Farid Mas’udi selaku pembicara kedua dalam webinar ini mengatakan bahwa mbah Ali merupakan sosok Rois Syuriah atau pemimpin NU yang sangat intelektual dan mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap Nahdlatul Ulama.

  1. Ali Maksum dalam pandangan bapak Drs. KH. Masyhuri Malik, selaku pembicara ketiga dalam webinar ini mengatakan bahwa mbah Ali merupakan sosok orang tua, guru, yang sangat luar biasa dan gemati. Beliau mempunyai pengaruh besar terhadap bangsa ini juga terhadap Nahdlatul Ulama’. Beliau adalah seorang yang nasionalis, dan pernah menjadi bagian dari anggota konstituante pada tahun 1955. Dan senantiasa memiliki sikap moderat dan konsisten dalam menghadapi persoalan.

Dalam pandangan bapak Masyhuri Malik pula dapat disimpulkan bahwa mbah Ali mewariskan dua hal pokok kepada kita. Yakni di antaranya adalah NU dan negara bangsa. Yang mana keberagaman Islam ahlusunnah wal jama’ah dengan segala praktek-praktek kemasyarakatan, organisasi dan lain sebagainya direpresentasikan terhadap NU.  Dan beliau, KH. Ali Maksum juga mewariskan negara bangsa ini, bahwa sikap nasionalisme kita ini harus senantiasa kita jaga.

Pembicara ke-empat, beliau KH. Asyhari Abta juga mengatakan bahwa memang benar adanya pada tahun 1955 KH. Ali Maksum ini pernah menjadi anggota konstituante yang mana menjadi anggota yang sangat berpengaruh. KH. Ali Maksum juga merupakan sosok yang sabar dan senantiasa menyayangi santri-santrinya bahkan menganggap murid-muridnya seperti anak sendiri.

Adapun dalam webinar nasional sesi ke-dua, pembicara pada sesi ini di antaranya adalah beliau bapak Dr. KH. M. Habib Abdus Syakur, Dr. KH. Abdullah Arif Cholil, dan Dr. KH. Haidar Idris.

Adapun bapak Dr. KH. Abdullah Arif Cholil selaku pembicara pertama dalam sesi ke-dua ini mengungkapkan pandangannya, bahwa mbah Ali Maksum merupakan sosok yang moderat. Beliau dalam karyanya, hujjah Ahlussunnah Wal Jamaah mengutip pendapat dari Ibnu Taimiyah, Ibnu qoyyim juga dari Hasan al-banna. Beliau merupakan sosok Kyai yang luar biasa, yang mana mengajarkan materi Aqidah Ahlussunnah wal jamaa’ah kepada santri-santrinya, yakni tidak hanya di ruang belajar tapi juga bermasyarakat, mendatangi acara pengajian pernikahan, serta turut terjun langsung dalam berbagai acara lainnya.

Dalam pendapat bapak KH. Haidar Idris, selaku pembicara ke-dua dalam sesi ini mengatakan bahwa NU adalah Mbah Ali, dan mbah Ali itu adalah NU. Beliau mengatakan bahwa nek kepengen ndelok NU wutuh ki yo mbah Ali.

Adapun pembicara yang terakhir, yakni bapak Dr. KH. M. Habib Abdus Syakur, beliau mengatakan bahwa, sosok KH. Ali Maksum ini merupakan sosok yang kreatif, inofatif dan inspiratif. Beliau merupakan sosok yang kreatif karena selalu menanamkan cinta kebersihan sejak dulu. Yakni dengan membawa tongkat bambu yang ujungnya diberi paku untuk mengambil sampah atau daun-daun kering. Beliau merupakan sosok yang inofatif dengan pengajaran metode shorof krapyak yang lebih praktis dan mudah. Beliau merupakan sosok yang inspiratif karena mampu mentransfer ilmu melalui berkah keilmuannya.

(Nuri Syifa Azzahra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *