Relevansi Kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jama’ah dan Pesan Khidmah KH Ali Maksum

KRAPYAK.org Kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jama’ah merupakan salah satu karya dari KH. Ali Maksum Krapyak yang telah masyhur di berbagai kalangan umat Islam. Khususnya bagi kalangan nahdliyin dan telah diajarkan di beberapa pondok pesantren di Indonesia. Nama besar KH Ali Maksum bukan hanya dikenal sebagai tokoh yang pernah berkiprah sebagai Rois ‘Aam Nahdlatul Ulama saja, melainkan beliau juga merupakan tokoh kiai karismatik yang alim, yang telah banyak mencetak dan mengkader banyak tokoh nasional, sehingga harum nama beliau terkenang sepanjang masa.

Sebagaimana yang tertulis di bagian mukadimah, bahwa latar belakang lahirnya kitab ini ditujukan khususnya bagi para santri di lingkungan pondok pesantren Krapyak dan umumnya bagi seluruh umat Islam yang membutuhkan penjelasan terkait berbagai persoalan agama yang menyangkut dengan amaliyah yang biasa dilakukan oleh golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah. Sehingga dengan hadirnya kitab ini, diharapkan umat Islam tidak lagi ragu terkait kebenaran amaliyah yang dilakukan. Kiai Nilzam Yahya pada kesempatan ngaji pasanan menjelaskan bahwa, di bagian awal kitab ini secara tidak langsung menggambarkan bagaimana sikap KH. Ali Maksum yang begitu peduli dengan kebutuhan para santrinya dan berharap agar para santri Krapyak juga peduli terhadap realitas problematika keagamaan di tengah masyarakat, terlebih yang menyangkut amaliyah Ahlussunah Wal Jama’ah.

Selain itu, kitab ini juga berisi argumentasi atau dalil sebagai respons terkait berbagai tudingan bid’ah yang disandarkan pada amaliyah golongan Ahlussunah Wal Jama’ah. Kitab ini dapat dijadikan sebagai pedoman, khususnya bagi santri Krapyak untuk berkhidmah di lingkungan masyarakat. Beliau menukil pesan dari KH. Ali Maksum tentang peran santri yang juga memiliki kewajiban untuk berkhidmah kepada masyarakat, dan ikut terlibat dalam mensyiarkan dan melestarikan amaliyah-amaliyah Ahlussunah Wal Jama’ah.

Di bagian awal kitab juga dijelaskan, tentang beberapa amaliyah Ahlussunah Wal Jama’ah yang kerap terdapat silang pendapat, seperti masalah sholat sunah qabliyah jum’at, mentalqin mayit ataupun sejenisnya. Selain itu, juga terkait dengan penetapan awal bulan Ramadhan dan Syawal dengan metode rukyatul hilal, serta tradisi ziarah kubur yang telah mengakar di masyarakat. Di bagian awal kitab ini dijelaskan bahwa amaliyah tersebut, sebenarnya sudah disepakati dalam kehidupan beragama oleh golongan Ahlussunah Wal Jama’ah, dan telah dicontohkan oleh para ulama salaf as-shalih. Maka seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir ataupun ragu dengan amaliyah tersebut.

Di akhir, kiai Nilzam juga menjelaskan bagaimana kekagumannya dengan KH. Ali Maksum. Meskipun KH. Ali Maksum berkiprah aktif di lingkungan masyakarat, khususnya Nahdlatul Ulama, tetapi beliau tetap konsisten kembali kepada pondok pesantren, untuk mendidik dengan tekun para santri-santrinya. Sehingga tidak heran apabila KH. Ali Maksum sangat dikenal sebagai sosok kiai yang sangat dekat dengan para santri.

Dinukil dari pengajian Ramadhan KH. Nilzam Yahya | Kitab Hujjah Ahlussunah Wal Jama’ah | 25 Maret 2023

Pewarta: Lubab Rofiul | Editor: Adam | Foto: Galih Aditama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *