Mengupas Keutamaan Ilmu dan Ulama’ dalam Kitab Lubabul Hadits Karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi

KRAPYAK.org – Selama kita sekolah dan mengaji, belajar adalah upaya kita untuk menuntut ilmu. Tetapi, kadang kala kita sendiri tidak menyadari esensi dan keutamaan ilmu tersebut. Seberapa penting ilmu bagi kita? Dan bagaimana Islam begitu memuliakan ilmu?

Faktanya, terdapat 779 pecahan kata ilmu yang disebutkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an. Dalam kitab لباب الحادث, pembahasan tentang ilmu menjadi topik pembuka atau bab pertama yang menunjukkan begitu pentingnya ilmu. Imam Jalaluddin as-Suyuthi mencantumkan 10 sabda Rasulullah SAW tentang fadhilah atau keutamaan dari ilmu dan ulama. Ilmu merupakan fundamen atau dasar bagaimana kita hendak melakukan sesuatu. Ilmu berasal dari kata علم yang bermakna mengetahui. Esensi dari ilmu sendiri adalah ketika kita mendapatkan suatu hal yang berguna dan dapat kita aplikasikan.

Maka, itulah mengapa kata ‘ilmu’ tidak jauh dari ‘amil’; sebab ilmu harus diamalkan. Aspek dari ilmu pun sangat universal, bukan hanya sebatas ilmu agama, tapi pengetahuan apapun di mana poros tersebut kembali pada Allah Ta’ala. Rasulullah bersabda, “Dudukmu dalam majelis ilmu meski tidak membawa pena lebih baik dari membebaskan 1000 budak”. Kutipan hadits dalam kitab ini menunjukkan betapa mulianya seseorang yang menuntut ilmu.

Rasulullah banyak bersabda akan ganjaran atau nilai dari orang yang menuntut ilmu. Seperti orang yang berilmu, kelak ia bagaikan bulan purmana di antara bintang-bintang. Tidak hanya itu, Rasulullah pun bersabda bahwa, “Tidurnya orang alim bahkan lebih baik dibandingkan ibadah seseorang tanpa dilandasi ilmu”. Dalam kutipan sabda Rasulullah tersebut, dapat diartikan bahwa orang-orang yang melakukan ibadah kepada Allah SWT tanpa dilandasi esensi ilmu dalam ibadahnya, menunjukkan kurangnya kesempurnaan dari ibadahnya. Namun, kutipan ini jangan disalahartikan sebagai orang berilmu tidak perlu beribadah. Justru, orang-orang yang telah mengerti akan ilmu, tentunya memanfaatkan ibadah dengan sebaik-baiknya, bahkan sebatas tidur pun dilandaskan untuk beribadah kepada Allah Ta’ala.

Pewarta: Annisa Maulidia Salma El-Fasha (XII IPA C) | Dikutip dari Pengajian Ramadhan Kitab Lubabul Hadits oleh Ibu Nyai Maya Fitria 14 Februari 2026