KRAPYAK.org – Program Khusus Ramadhan bagi santri kelas XII kembali menghadirkan pengajian yang sarat makna. Di antara kitab-kitab yang dikaji, Kitab جَوَامِع الْكَلِمِ menjadi salah satu rujukan utama yang dipelajari. Pengajian kitab ini diampu oleh KH Zaky Muhammad, yang membuka pengajian dengan memberikan pengantar sebelum memasuki pembahasan isi kitab. Terdapat sosok mulia di balik kitab tersebut.
Dalam pengantarnya, KH Zaky Muhammad mengungkapkan bahwa Kitab جَوَامِع الْكَلِمِ ditulis oleh KH Ali Maksum pada 21 Sya’ban 1409 H. Kitab ini berisi nukilan hadits-hadits pilihan yang bersumber dari Kitab الجامع الصغير karya Imam Jalaluddin as-Suyuti, yang ditulis pada tahun 911 H. Keunikan kitab ini terletak pada penyajiannya sebagai indeks hadits yang tersusun berdasarkan abjad Arab (ا،ب،ت،ث. Walaupun di dalamnya terdapat beberapa hadits dhaif, hal tersebut tidak menjadi persoalan karena kitab ini tidak membahas ranah hukum, melainkan hikmah dan nilai moral.
Melalui kata pengantar kitab, KH Zaky Muhammad mengajak para santri mengenal lebih dekat dengan sosok KH Ali Maksum. Beliau menuturkan bahwa dari pengantar yang singkat saja sudah mencerminkan seseorang yang berilmu tinggi dan mahir dalam tata bahasa Arab. Hal itu tidak lepas dari latar belakang pendidikan KH Ali Maksum yang luar biasa, sehingga pilihan diksi dan susunan bahasanya setara dengan penutur Arab asli.
Memasuki isi kitab, pembahasan diawali dengan hadits tentang niat. Niat dijelaskan sebagai kesengajaan yang bersamaan dengan perbuatan, bukan sekadar lafaz yang diucapkan sebelum melakukan amal. Seperti dalam konteks shalat, misalnya, niat hadir bersamaan dengan takbiratul ihram, bukan sebelumnya.
Pembahasan kemudian berlanjut pada hadits tentang sesuatu yang indah namun berada di tempat yang buruk. Keindahan yang dimaksud dianalogikan sebagai perempuan, sementara tempat yang buruk adalah lingkungan yang tidak baik.
إيَّاكُم وخضراءَ الدِّمَنِ [المرأةُ الحسناءُ في المنبتِ السُّوءِ
Dari sini, para santri diajak untuk lebih bijak dalam memilih pasangan hidup, dengan mempertimbangkan lingkungan yang akan memengaruhi agama dan akhlaknya.
Selanjutnya, pembahasan menyoroti tentang salah satu penyakit hati yang paling menyakitkan, yakni sifat bakhil / kikir. Sifat ini dijelaskan sebagai tabiat dasar manusia yang harus dilawan dengan kesadaran dan latihan mengendalikan hawa nafsu.
Pada bagian selanjutnya, pembahasan diarahkan pada ilmu. Orang yang benar-benar berilmu justru akan merasa semakin bodoh, karena ia menyadari betapa luasnya pengetahuan yang belum dikuasai. Inilah tanda keberhasilan dalam belajar.
إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا وَإِنَّ مِنَ الْعِلْمِ لَجَهْلاً وَ إِنَّ مِنَ الشِّعْرِ لَحِكْمَةً
Selain itu, KH Zaky Muhammad menekankan pentingnya teknik berbicara. Seseorang dinilai dari ucapannya; kalimat yang singkat, tepat, dan berkualitas mampu memikat pendengarnya.
Pengajian ditutup dengan pembahasan tentang hasud. Dalam kitab disebutkan bahwa setiap nikmat pasti diiringi oleh kehasudan orang lain. Menariknya, KH Zaky Muhammad membalik sudut pandang hadits tersebut: apabila ada orang yang hasud kepada kita, maka sejatinya kita sedang berada dalam keadaan diberi nikmat oleh Allah.
Dijelaskan pula cara menyikapi hasud. Bagi orang yang dihasudi, tidak banyak yang bisa dilakukan selain menyerahkan urusan tersebut sepenuhnya kepada Allah. Hasud tidak dapat diredam dengan harta atau hadiah. Seperti seseorang yang sedang marah kemudian diberi hadiah maka akan reda marahnya, sedangkan hasud tidak seperti itu. Sementara itu, cara terbaik menghindari hasud adalah dengan menjaga hati agar tidak dengki kepada orang lain, serta mengembalikan segala urusan kepada Allah sebagai Pemilik segala nikmat.
Pewarta: Aurora Azalia (XII Bahasa B) | Dikutip dari Pengajian Ramadhan 1447 H Kitab Jawamiul Kalim oleh KH Zaky Muhammad 13 Februari 2026