Artikel

Majelis Sholawat dan Manaqib: Menuju Haul Al- Maghfurllah KH. Ali Maksum Krapyak

Selasa (14/12/21) telah digelar majelis Sholawat dan Manaqib sudut pandang Dzurriyah Ali Maksum di halaman Masjid Al- Munawwir. Majelis Sholawat dan Manaqib ini merupakan salah satu rangkaian Haul Al- Maghfurllah KH. Ali Maksum dengan acara puncak satu hari setelahnya yakni pada Rabu (15/12/21).

Pembukaan acara dimulai dengan pembacaan Sholawat Diba’ dipimpin oleh KH. Zaky Muhammad dan tim hadroh. Pada kesempatan ini juga, Sayyid Zidan yang merupakan cucu dari Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan, berkesempatan hadir pada majelis serta mengisi dengan berbagai sholawat, salah satunya yakni lantunan merdu man ana mengembara di seluruh penjuru majelis.

Acara selanjutnya yang tak kalah pentingnya, yakni majelis Manaqib KH. Ali Maksum. Pembicara pertama yakni KH. Zaky Muhammad yang membuka cerita Mbah Ali Maksum ketika peristiwa Bathsul Masail mengenai hukum penggunaan Alkohol pada parfum dan minuman dengan kadar tertentu. Kemudian, cerita beliau ditutup dengan penuturan Mbah Ali mengenai kebolehan untuk berpacaran, berpacaran dalam ranah islami. Pembicara kedua yakni KH. Hilmy Muhammad dengan pengalaman beliau bersama KH. Ali Maksum pada saat beliau menginjak bangku SD, kisah beliau mengindikasi bahwa betapa tawadhu dan rendah hatinya seorang KH. Ali Maksum dalam berdoa, bisa dilakukan kapan saja dan sungguh- sungguh. Cerita kedua, yakni menceritakan bagaimana KH. Ali Maksum merupakan sosok yang bersih dan mengajak orang untuk menjaga kebersihan, dengan slogan beliau yakni nek orang gelem ngeresek I ojo ngeregeti. Pembicara ketiga yakni KH. Afif Muhammad, yang katanya memiliki rupa paling mirip dengan KH. Ali Maksum. Pembicara Keempat yakni Ibu Ny. Diana Jirjis dengan cerita berliau dan KH. Ali Maksum saat beliau memasuki SMP, bagaimana beliau dimarahi karena keputusan memasuki SMP daripada MTS. Cerita kedua yakni menyuratkan makna cara mencintai dan bangga KH. Ali Maksum terhadap Ibu Ny. Diana Jirjis. Pembicara kelima yakni Ibu Ny. Maya Fitria, cerita beliau menggambarkan bagaimana kecintaan KH. Ali Maksum terhadap anak kecil dan bagaimana setiap sifat- sifat KH. Ali Maksum dapat kita lihat kembali pada diri putra- putri KH. Ali Maksum. Pembicara terakhir, yakni Ibu Ny. Ida Rufaida Ali, dibuka dengan penggambaran kehidupan KH. Ali Maksum, kecintaan santri KH. Ali Maksum terhadap ngaji, asrama, bahkan peristiwa penyerangan terhadap KH. Ali Maksum hingga penghujung hayat KH. Ali Maksum mengenai waris.

Mendekati penutup, mauidloh hasanah dibawakan oleh kepala kantor Kemenag Kabupaten Bantul, yakni H. Aidi Johansyah, S.Ag., M.M. Pada mauidloh Hasanah yang beliau bawakan, beliau menjelaskan bagaimana sholawat dapat melembutkan hati dan dikahiri dengan doa-doa beliau terhadap Allahummayarham KH. Ali Maksum. Penutup Majelis Sholawat dan Manaqib yakni pembacaan tahlil dipimpin KH. Zaky Muhammad, ditutup denga doa dipimpin oleh KH. Afif Muhammad.

(Ulfa Asrilla)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *