Ngaji RamadanPengajian OnlineQashidah Burdah

(Ngaji Qashidah Burdah) Bait 41 – 45

فهو الذى تم معناه وصورته # ثم اصطفاه حبيبا بارئ النسم
“Dialah rasul yang sempurna batin dan lahirnya , yang terpilih sebagai kekasih Allah pencipta manusia.”

Bait ini menjelaskan tentang Nabi Muhammad yang memiliki kelebihan dari nabi-nabi sebelumnya. Nabi Muhammad memiliki kesempurnaan bentuk lahirnya (fisik) dan kesempurnaan batinnya (jiwa). Kata Al-musthofa memiliki banyak persamaan makna. Seperti Al-Mukhtar, Al-mujtaba, Al-muntaqa yang artinya terpilih. Namun, Imam Al-Bushiri memilih kata Al-musthofa, karena Nabi Muhammad dipilih dari yang terbersih dan tersuci.

منزه عن شريك فى محاسنه # فجوهر الحسن فيه غير منقسم.
“Dalam kebaikan nya, tak seorang pun menyaingi .Inti keindahannya takkan bisa terbagi-bagi.” Bait ini menjelaskan, bahwa tidak ada yang bisa menyamai apalagi menyaingi dari fisik dan jiwa Nabi Muhammad SAW.

داع ما ادعته النصارى في نبيهم # واحكم بما شئت مدحا فيه واحتكم
“Jauhkan baginya yang dikatakan kaum Nasrani pada Nabinya, tetapkan bagi Muhammad pujian apapun yang kau suka.”

Bait ini memberikan peringatan kepada kita, agar kita senantiasa memuji Nabi Muhammad, tidak melampaui batas seperti halnya yang dilakukan kaum Nasrani kepada Nabi Isa. Mereka memuji Nabi Isa hingga melampaui batas, menganggap Nabi Isa sebagai Tuhan karena kehebatannya. Contohnya bisa menyembuhkan orang sakit, buta, kista, bahkan menghidupkan orang meninggal. Padahal, Nabi Isa pun menyembah Allah, dan memiliki misi yang sama dengan Nabi-nabi yang lain yaitu menyebarkan agama Tauhid. Memuji Nabi Muhammad apa saja boleh, yang penting sepatutnya, tidak melampaui batas seperti yang dilakukan oleh kaum Nasrani.

وانسب إلى ذاته ما شئت من شرف # وانسب إلى قدره ما شئت من عظم
“Nisbatkan kepadanya segala kemuliaan sekehendakmu, dan pada martabatnya segala keagungan yang kau mau.”

Sebagai Umat Nabi Muhammad, kita diperbolehkan memujinya sekehendak kita. Sebagai ungkapan rasa hormat terhadap kedudukan derajat Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi, ketika kita memuji Nabi Muhammad kita harus memiliki dasar nya. Agar pujian yang kita buat itu berbobot.

فإن فضل رسول الله ليس له # حد فيعرب عنه ناطق بفم
“Karena sesungguhnya keutamaan dan keistimewaan Nabi Muhammad itu tidak ada batasnya, hingga tak satupun mampu mengungkapkan dengan kata.”

Keutamaan Nabi Muhammad itu tidak ada batasnya. Kita sebagai orang yang bisa mengekspresikan Beliau dengan memujinya itu malah yang memiliki keterbatasan. Pujian kita kepada Nabi Muhammad Saw, akan selalu masih kurang, Karena yang memuji Nabi Muhammad, langsung oleh Yang Maha Segalanya.
وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيم ( QS. Al-Qalam 4)
“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang luhur”

Bait-bait tersebut menjelaskan tentang, bagaimana tata cara memuji Nabi Muhammad Saw. Cara memuji boleh sesuka kita, asal tidak melampaui batas seperti yang dilakukan kaum Nasrani. Wallahu a’lam bisshowab.
(Nqy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *