Berita

Sambutan KH Miftahul Akhyar, Rais Am PBNU dan ketua MUI Pusat Dalam Acara Haul Al Maghfurlah KH. Ali Maksum ke-32

Dalam sambutanya secara virtual KH Miftakhul Akhyar selaku Rais’Am PBNU, menyampaikan bahwa acara Haul merefleksikan kembali bahwa kita telah banyak kehilangan ulama-ulama yang menjadi pedoman kita dalam berbagai hal khususnya bidang keagamaan.

Beliau menyampaikan, di waktu yang serba tidak menentu seperti sekarang ini serta menepisanya kemampuan akan membedakan kebenaran dan kebatilan, dimana banyak yang menyelesaiakan masalah tanpa melakukan pendekatan terhadap masalah itu sendiri, fitnah dimana-mana, kekuatan manusia tunduk pada kekuasaan dan ekonomi, kebenaran dianggap sebagai kesalahan, kesalahan dianggap sebagai kebenaran.

Oleh karena itu PBNU sangat merasakan kehilangan para ulama-ulama dan salafus shalih yang sudah mendahului kita, serta mengharapkan adanya generasi baru yang bisa mengganjal era disrupsi dengan memperdalam dan mengimbangi ilmu agama dan ilmu umum.

 

Beliau juga menyampaikan, memetik dari kisah Imam Az-Zuhri dalam dialognya dengan khalifah Abdul Malik bin Marwan, ketika sang khalifah menanyakan kepada Az-zuhri mengapa memilih pimpinan ulama sepeninggal Az-Zuhri di jazirah Arab dari kalangan maula ( budak yang dimerdekakan). Maka Imam Az-Zuhri menjawab:

يا أمير المؤمنين, إنما هو الدين, من حفظه ساد, ومن ضيعه سقط.

“wahai amirul mukminin, ini adalah agama. Barag siapa yang menjaga agama ia akan memimpin, dan barang siapa yang menelantarkan agama dia akan jatuh”

 

Kisah tersebut memberikan pelajaran bahwa parameter kualitas sesorang diukur dari kadar pengetahuan dan pemahamnya terhadap agama Allah, bukan hanya dari nasab dan harta kekayaan. Namun di akhir zaman seperti ini, seolah terdapat perselingkuhan antara ilmu dan kekayaan. Kita tidak hanya membutuhkan orang yang pintar namun juga orang benar, yang mampu memberikan kontrol terhadap pemahaman keilmuan, uswah khasanah dan mauidzoh hasanah layaknya KH Ali Maksum.

 

Akhir kata, beliau menyampaikan bahwa dengan diadakannya Haul KH. Ali Maksum ke-32 semoga dapat menambah ketaqwaan kita, memberikan semangat dalam menuntut ilmu, keteladanan serta melahirkan generasi baru baik dari dzurriyah KH Ali Maksum khususnya, para santri maupun muhibbin yang akan terus melanjutkan perjuangan ulama-ulama terdahulu.

 

(Eli Elzafha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *