I’tikaf, Wujud Ketaqwaan Seorang Hamba

KRAPYAK.org – Ramadhan, bulan suci nan mulia bagi umat muslim. Rasanya, sangat merugi ketika seorang hamba tidak melakukan aktivitas yang bersifat ibadah di bulan tersebut. Padahal nilai ibadah yang ada di bulan tersebut mengandung keunggulan dibanding bulan-bulan yang lain.

Salah satu ibadah yang sangat mungkin dilakukan adalah i’tikaf. Secara terminologi, i’tikaf berarti berdiam diri atau mengisolasi diri dari hal-hal yang bersifat duniawi dengan tujuan mendekatkan kepada Allah SWT sebagai upaya meningkatkan ketaqwaan seorang hamba dengan berdzikir, membaca Al-qur’an, bermuhasabah, mendengarkan ceramah ilmu-ilmu agama, dan lain sebagainya.

I’tikaf bisa dilakukan kapanpun, namun Masjid menjadi pilihan tempat yang utama berdasarkan sabda Nabi Muhammad SAW:

المساجد بساتين المؤمنين والمنافق فى المسجد كالطير فى القفص

Masjid adalah taman bagi orang beriman, sedang keberadaan orang munafiq di masjid seperti burung yang terkungkung di dalam sangkar.

Yang perlu diperhatikan ketika hendak beri’tikaf di Masjid, ada 12 niat yang dianjurkan oleh Al-Habib Muhammad Ibn Alawi Alaydrus dalam Kitab Niat sebagai berikut:

  1. Berniat untuk menunaikan sholat berjamaah. Karena sholat yang dilakukan secara berjamaah, pahalanya berlipat sampai 27 dari sholat yang dilakukan sendirian.
  2. Berniat untuk menunaikan sunnah Nabi Muhammad SAW, dalam rangka mengharap syafaat beliau kelak di hari kiamat.
  3. Berniat untuk memperbanyak jumlah perkumpulan di antara umat muslim. Sebagai upaya mempererat tali silaturrahmi dan menunaikan kebaikan yang mengandung keutamaan berlimpah.
  4. Berniat untuk melazimkan (menetap) diri di masjid setelah sholat untuk menunggu ditunaikannya sholat selanjutnya. Kelak hamba yang demikian, didoakan para malaikat agar mendapatkan ampunan atas kesalahannya.
  5. Berniat untuk menahan diri dari perbuatan yang berbau maksiat.
  6. Berniat untuk beri’tikaf di dalam masjid sampai keluar dari masjid. Maksudnya, beri’tikaf selama dan sesering mungkin, sekiranya tidak mengganggu kewajiban yang dititahkan oleh Allah SWT melalui rasul-Nya.
  7. Berniat untuk tholabul ilmi (menghadiri halaqoh ilmiah) yang bisa menambah ilmu baik tentang agama dan ilmu lain yang mengandung nilai positif.
  8. Berniat untuk menambah dan mempererat tali persaudaraan. Karena, hal ini akan bermanfaat bagi setiap insan sehingga dapat menolongnya ketika ia wafat.
  9. Berniat untuk menunggu turunnya rahmat Allah SWT. Supaya tergolong sebagai hamba yang mendapatkan rahmat-Nya.
  10. Berniat untuk meninggalkan perbuatan terhadap sesama manusia yang menimbulkan dosa.
  11. Berniat mengharap kepada Allah SWT agar terhindar dari siksa-Nya.
  12. Berniat untuk bertemu dengan saudara dan teman di jalan Allah. Sehingga pertemuannya karena Allah dan mendapatkan banyak pahala.

Dinukil dari Pengajian Ramadhan KH Afif Muhammad | Kitab Niat | 15 Maret 2024

Pewarta: Faizal Basri | Foto: Aldi Hardi