Ciri Fisik Nabi Muhammad dalam Kitab Barzanji

KRAPYAK.org – Keberadaan Nabi Muhammad beberapa abad yang lalu membuat umatnya di zaman sekarang kesulitan memiliki gambaran mengenai bagaimana ciri fisik rasulullah. Untungnya terdapat banyak hadits shahih yang meriwayatkan mengenai penggambaran ciri fisik Nabi Muhammad SAW walaupun hanya sebagian. Kitab Barzanji berhasil menjelaskannya hampir secara menyeluruh mengenai penggambaran fisik Nabi Muhammad.

Secara umum, Nabi Muhammad adalah penggambaran fisik manusia paling sempurna, dengan cara dilihat dari bentuk tubuh, sifat yang dimiliki, dan akhlaknya yang sempurna. Meski pada hakikatnya Nabi Muhammad memang sama dengan manusia pada umumnya.

Dalam beberapa keterangan, dijelaskan bahwa hanya para sahabat junior (berumur muda) yang bisa menjelaskan ciri fisik Nabi. Pasalnya, para sahabat senior merasa ‘sungkan’ untuk memandangi Nabi berkat kharisma dan wibawa Nabi.

Termasuk juga anggota badan yang Nabi miliki pun serupa dengan manusia lainnya. Namun, terdapat beberapa pengkhususan sifat yang terdapat pada anggota tubuh-Nya. Oleh karena itu, penggambaran ciri fisik akan dibagikan secara spesifik, yaitu penggambaran mengenai sebagian bentuk tubuh Nabi Muhammad.

Beliau memiliki warna kulit yang kemerah-merahan. Besarnya tulang antar sendi yang dimilikinya, membuat beliau nampak tegap dan lebar. Kepalanya yang besar menjadi penggambaran yang sempurna sebagai seorang pemimpin umat muslim yang tegas dan pintar.

Selain itu, lebarnya mata beliau dipandang seakan-akan menggunakan celak yang dilengkapi dengan bulu mata yang lentik. Mulut beliau yang lebar dengan deretan gigi yang rapi membuat para sahabat dan umatnya di masa itu sangat senang memandangi Nabi Muhammad dan berbicara dengannya mengenai berbagai hal.

Mengapa mulut Nabi direpresentasikan seperti itu? Karena ketika nabi berbicara, kosa kata yang disampaikan oleh Nabi dapat terdengar dengan jelas dan lugas.

Ketika ada seseorang yang bertanya kepada Nabi, atau ketika Nabi menyampaikan suatu hal kepada seseorang, kemudian lawan bicara tersebut sulit untuk memahami maksud Nabi, maka dengan senang hati Nabi akan mengulangi apa yang telah ia sampaikan sampai lawan bicaranya paham, bahkan sekalipun beliau perlu untuk mengulangi sebanyak tiga kali.

Terdapat pula satu bagian tubuh Nabi Muhammad yang menjadi kekhususan baginya. Bagian tersebut terdapat di antara dua bahu Nabi Muhammad. Pada bagian itu, terdapat sebuah cap kenabian atau disebut pula sebagai khatam an-nubuwwah.

Diriwayatkan di beberapa hadits, bentuk cap kenabian tersebut berupa sebuah gumpalan daging berwarna merah dan tergambarkan sebuah lambang segitiga. Tetapi kebenaran akan hal ini masih menjadi pertimbangan para ulama.

Dapat dibayangkan, betapa beruntungnya para sahabat dan umat muslim yang hidup semasa dengan Nabi Muhammad. Karena mereka dapat mendapatkan ilmu langsung dan dapat melihat secara langsung bagaimana bentuk Nabi Muhammad SAW.

Dikutip dari Pengajian Ramadhan KH Hilmy Muhammad | Kitab Al-Barzanji | 20 Maret 2024

Pawarta:  Aufadhiya | Foto: Aldi Hardi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *