Khotbah Jumat

Ringkasan Khutbah Jum’at KH. Dr. Hilmy Muhammad, M.A.

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah,

Kemarin pagi kami diundang UGM (Universitas Gajah Mada) untuk tasyakuran dan penyerahan GeNose C19, yaitu alat screening deteksi covid melalui hembusan nafas dengan biaya murah, sekitar 20-25 ribu rupiah dan hasil tes yang juga cepat, kira-kira 2-3 menit.

Tentu alat ini menawarkan solusi alternatif deteksi Covid yang mudah, cepat dan murah, daripada yang sudah banyak beredar, seperti PCR, rapid dan swab antigen. Sungguh ini adalah berita gembira karena ada anak bangsa yang berhasil memberikan sumbangsih luar biasa dalam upaya menekan penye-baran Covid-19 bukan hanya bagi bangsa Indonesia, tapi juga umat manusia.

Apa yang dilakukan oleh para dokter dan peneliti UGM tersebut jelas menginspirasi kita dalam menghadapi pandemi ini, apakah kita sekedar diam saja, menonton dan bahkan tidak percaya, atau apakah kita mampu berperan dan berkontribusi dalam pencegahannya? Tentu, barangkali kita tidak harus seperti mereka yang mampu membuat alat deteksi, atau meramu obat vaksinasi. Akan tetapi yang terpenting adalah kita mampu berperan serta dan ikut andil memberi solusi sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita meskipun sekedar memakai masker.

 

Jamaah Jum’at yang kami hormati,

Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayh wa’alih wasallam bersabda: “Manusia terbaik adalah mereka yang paling berguna dan bermanfaat” (خير الناس أنفعهم للناس). Untuk menjadi bermanfaat, maka orang harus memenuhi dua syarat: pertama, memiliki sesuatu. Jadi agar bermanfaat, Anda harus memiliki sesuatu. Orang Arab bilang: “فاقد الشيء لا يعطيه” (Orang yang tidak memiliki maka dia tidak bisa memberi.) Jangan harap bisa memberi kalau Anda tidak memiliki sesuatu. Apa saja, bisa ilmu, harta, tenaga, pengalaman, pengetahuan, kekuasaan… dan lain-lain. Dan tentu untuk bisa memiliki, kita harus bersungguh-sungguh dan berprestasi.

Syarat kedua agar bisa bermanfaat adalah kemauan untuk berbagi dan memberikannya kepada orang lain. Jadi kalau hanya memiliki, tapi enggan berbagi, jangan berharap menjadi manusia terbaik. Dan tentu untuk bisa berbagi, kita harus peduli kepada orang lain. (1/1/2021)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *