KRAPYAK.org – Rabu malam, 29 Oktober 2025, Pondok Pesantren Krapyak menyelenggarakan Majelis Sholawat Burdah sebagai rangkaian Haul ke-37 Almaghfurlah KH Ali Maksum bin Ma’shoem Ahmad.
Ribuan hadirin yang terdiri dari pengasuh pondok, Jama’ah Jam’iyyah Bil Musthofa, Sivitas Akademika, alumni, dan santri Pondok Pesantren Krapyak dari tingkat Tsanawiyah, Aliyah hingga Mahasiswa memadati Halaman Asrama Madrasah Aliyah Selatan sejak pukul tujuh malam.
Syair-syair Sholawat Burdah kemudian dilantunkan dengan khidmat oleh seluruh hadirin bersamaan dengan dimulainya acara yang dipimpin oleh hadrah Bil Musthofa. Meski sempat diguyur hujan deras di tengah acara, namun tidak melunturkan semangat para hadirin. Bahkan justru menambah suasana menjadi semakin teduh dan khidmat.
Di sela acara, dilanjutkan dengan penampilan khusus serta penghargaan untuk para santri yang telah berhasil meraih prestasi pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Internasional di Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan, awal Oktober lalu. Mereka mempersembahkan keterampilannya dalam membaca kitab kuning (turots). Hal ini sebagai bentuk apresiasi atas prestasi dan dedikasi mereka dalam mengharumkan nama Pondok Krapyak di kancah global.
Mewakili keluarga besar, Ibu Nyai Hj. Ida Rufaida Ali menyampaikan syukur dan terima kasih atas kehadiran para jamaah. Dalam sambutannya, beliau juga menuturkan sepotong kisah sederhana tentang keteladanan sang ayahanda, KH Ali Maksum.
Sebagaimana kesaksian dari keluarga dan para santri, KH Ali Maksum, yang meski secara duniawi diparingi kedalaman ilmu dan kecukupan materi, akan tetapi yang tergambar dalam kesehariannya adalah kesederhanaan.
“Mbah Ali dalam kesehariannya itu kalau sare tidak memakai kasur sama sekali. Meskipun sangat berkecukupan untuk membeli alas tidur. Jadi yang menjadi alas sare-nya Mbah Ali itu adalah hambal yang keras, yang digunakan selama berpuluh-puluh tahun. Bukan karena tidak mampu membeli, tetapi karena itulah yang dipilih oleh Mbah Ali Maksum,” ujar Ibu Nyai Ida dalam kesaksiannya.
Majelis Sholawat Burdah dan Manaqib kemudian diakhiri dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh KH Hilmy Muhammad, serta lantunan sholawat penutup oleh Sayyid Zaidan bin Yahya, santri alumni MTs Ali Maksum angkatan 2019.
Pewarta: Ifana Dewi | Foto: Alfianida Nurunnaim
