Memahami Doa dalam Al-Qur’an: Kerangka Berpikir dari Surah Al-Baqarah 186

KRAPYAK.org – Seringkali ketika membaca Al-Qur’an, kita hanya membaca tanpa melihat manfaat dari apa yang sedang kita baca. Ayat-ayat suci itu hanya kita bacakan sebagai penggugur kewajiban untuk mengenal kitab suci Allah. Padahal lantunan ayat suci tersebut kadang kala dapat menjadi sebuah doa, menjadi tuntunan doa, dan menjadi ladang ilmu bagi yang membacanya. Namun, Kebanyakan dari kita merasa sulit untuk memahami secara mendalam apa yang sebenarnya kita baca. Dalam pengajian kitab علم الدعاء, KH Zaky Muhammad menjelaskan bagaimana kerangka berfikir kita dapat memahami ayat.

Pembahasan ini beliau jelaskan dengan mengimplementasikan pada surah Al-Baqarah ayat 186.

 وَاِذَا سَاَلَكَ عِبَادِيْ عَنِّيْ فَاِنِّيْ قَرِيْبٌۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ اِذَا دَعَانِۙ فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ ۝١٨٦

Beliau menjelaskan langkah awal yang dapat kita ambil untuk memahami ayat tersebut yaitu dengan mengelompokkan setiap frasanya, atau suku kalimatnya. Sehingga kita bisa mengenal ada berapa pembahasan inti dalam ayat tersebut. Langkah selanjutnya adalah dengan membentuk pola di kepala kita untuk membuat kerangka berfikir sehingga lebih mudah untuk memahami ayatnya. Contohnya pada ayat di atas, beliau menyampaikan terdapat tiga kerangka pembahasan yaitu, bagaimana tata cara berdoa, bagaimana proses berdoa, dan bagaimana hasil dari berdoa.

Dari tiga kerangka pembahasan tersebut, terbentuklah suatu kerangka pembahasan inti. Kerangka yang menyebutkan bahwa tujuan dari hidup adalah untuk ibadah-shalat-doa-rahmat ta’dim. Melalui kerangka ini, kita dapat menyimpulkan bahwa puncak dari ibadah adalah shalat. Para ulama sangat sulit untuk memaknai arti sebuah shalat, sehingga terciptalah arti masyhur yang mengatakan bawah sholat berarti berdoa. Dalam kesepakatan makna sholat, dapat disimpulkan bahwa doa adalah otak dari ibadah. Otak yang dimaksud dalam ayat ini adalah unek-unek, karena kualitas suatu doa tergantung kualitas unek-uneknya, dan kualitas unek-uneknya tergantung cara bagaimana sesorang ibadah.

Melalui pemaparannya mengenai kerangka berpikir dalam QS Albaqoroh ayat 186, KH Zaky Muhammad juga menjelaskan tingkatan arti dari tiga bentuk kata doa (دعان, دعوه ,الدعاء) Meminta-memanggil-mendakwa. Tiga tingkatan tersebut menunjukkan kadar bentuk doa yang dipanjatkan manusia. Pada pungkasannya, beliau menegaskan bahwa bagaimanapun bentuk doanya kita hanya boleh memanjatkannya hanya kepada Allah, Tuhan kita satu-satunya.

Pewarta: Aufadhiya | Dikutip dari Pengajian Ramadhan 1446 H Kitab ‘Ilmu Do’a oleh KH Zaky Muhammad