KRAPYAK.org – Rangkaian peringatan Haul ke-37 Almaghfurlah KH Ali Maksum bin Maksum Ahmad di Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta berlangsung semarak. Sepekan penuh, berbagai kegiatan digelar mulai dari kegiatan sosial hingga majelis ilmu.
“Rangkaian haul sudah dimulai sejak sepekan lalu. Dimulai dari Pasar Murah untuk masyarakat sekitar pondok, dilanjutkan dengan Pameran Produk Pesantren, Majelis Sima’an Al-Qur’an, Ziarah Maqbarah, hingga Seminar Pendidikan,” ujar KH Hilmy Muhammad dalam sambutannya di hadapan ribuan jamaah majelis haul yang hadir, Rabu (29/10/2025) pagi.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian besar adalah Seminar Pendidikan Agama pada Anak di Tingkat Keluarga yang dikomando oleh segenap asatidz Madrasah Diniyah, menghadirkan narasumber Prof. Dr. Emma Marhumah dan Ibu Nyai Rosma Fiki Kamala. Seminar tersebut menyoroti pentingnya peran keluarga sebagai lingkungan pertama yang membentuk karakter dan spiritualitas anak.
“Hadits رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ menunjukkan betapa besar kekuasaan orang tua sebagai wakil Allah bagi anak-anaknya. Tapi kekuasaan besar itu juga berarti tanggung jawab besar,” ujar KH Hilmy Muhammad dalam mengutip paparan dari ibu Rosma Fiki Kamala. Beliau menekankan pentingnya pendidikan dengan keteladanan (Uswatun Khasanah) dan disiplin positif, bukan dengan hukuman yang mengkerdilkan anak.
Selain kegiatan ilmiah, rangkaian Haul ke-37 KH Ali Maksum juga menggelar acara Temu Alumni dengan tema “Ulama Teladan Peradaban: Melanjutkan Komitmen Keumatan dan Kebangsaan”. Acara tersebut menghadirkan KH Masyhuri Malik, KH Haidar Idris (pengasuh PP Al-Manshur Wonosobo), dan Ibu Nyai Hj. Ida Rufaida Ali sebagai narasumber.
Dalam forum tersebut, KH Masyhuri menegaskan bahwa kiprah keummatan dan kebangsaan KH Ali Maksum tidak berhenti di ranah pesantren. “Beliau pernah menjadi anggota Konstituante mewakili Nahdlatul Ulama, Rais Syuriah PWNU, hingga Rais Aam PBNU. Keteladanan beliau adalah warisan utama bagi kita semua,” ujar KH Hilmy Muhammad.
Temu Alumni juga memberi catatan agar apa yang sudah Allahuyarham KH Ali Maksum raih, seperti keteladanan beliau merupakan sebuah legacy. Legacy atau warisan utama bagi kita semua segenap keluarga, para santri, dan alumni untuk menjaga dan melanjutkan warisan tersebut dengan sebaik-baiknya.
KH Masyhuri pada Forum Temu Alumni mengutip bait syair penyair Mesir Ahmad Syauqi: “Manusia terbaik adalah orang yang memiliki leluhur atau memiliki guru yang hebat. Guru yang mulia dan dia mampu membangun kemuliaan baru untuk dirinya.”
Puncak acara haul dihadiri oleh KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PBNU periode 2010–2021 sekaligus pengasuh PP Luhur As-Tsaqafah Jakarta. Beliau juga pernah menjadi anggota MPR mewakili Nahdlatul Ulama tahun 1999 – 2004. KH Hilmy Muhammad meminta agar KH Said Aqil memberikan nasihat, taujihad irsyadat, kepada keluarga besar pesantren, santri, dan alumni.
KH Hilmy Muhammad juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi santri Krapyak dalam ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) tingkat nasional. “Kami berhasil membawa pulang juara pertama dan beberapa juara lainnya,” katanya.
Pewarta: Nasywa Hanni | Foto: Mustarih Amar