Ngaji RamadanPesantrenQashidah Burdah

(Ngaji Qashidah Burdah) Muqaddimah

Salah satu kitab yang dikaji pada kesempatan ngaji Ramadan tahun ini yaitu kitab ‘Burdah al-Madiyah’ atau Qashidah Burdah, oleh KH. Hilmy Muhammad. Ngaji Burdah ini berlangsung di Aula Komplek N Pondok Pesantren Krapyak, dan juga live streaming di media sosial Yayasan Ali Maksum.

Burdah ini merupakan kitab populer internasional. Kitab ini disebut al-Madiyah, karena ‘madiih’ merupakan istilah untuk memuji kanjeng Nabi. Asal nama dari kitab yang dipelajari ini yaitu ‘Al-kawakib ad-duriyah fi madhi khoiril bariyyah’ yang artinya bintang-bintang atau mutiara-mutiara pujian terhadap manusia terbaik (Kanjeng Rasul Muhammad SAW).

Mencintai Kanjeng Rasul Muhammad SAW tidak bisa dilepaskan dari mencintai Allah SWT. Sudah jelas Allah berfirman Q.S Al-Imran,“Katakanlah (Muhammad), kalau kalian cinta kepada Allah, maka ikutilah aku”. Kecintaan kita terhadap Kanjeng Rasul Muhammad SAW menjadi salah satu tolak ukur standar keimanan kita. Di sini pentingnya kita belajar kitab burdah yang membahas tentang kepribadian, perjalanan, kehidupan, dan tentang perjuangan Kanjeng Rasul Muhammad SAW. Dengan ini semoga kita bisa mengikuti Kanjeng Rasul.

Semua pujian yang kita panjatkan kepada Kanjeng Rasul Muhammad ini, sesungguhnya Kanjeng Rasul lebih dari semua pujian ini. Karena Gusti Allah yang menciptakan pun ikut memuji Kanjeng Rasul Muhammad SAW. Jadi, orang yang dipuji itu tergantung pada siapa yang memuji. Pujian-pujian terhadap Kanjeng Rasul Muhammad sudah banyak sekali karangan. Ini sudah ada sejak Kanjeng Rasul wafat, bahkan sejak Kanjeng Rasul hidup sudah ada pujian dari para sahabat-sahabat pada masa itu. Termasuk putri Rasulullah, Sayyidah Fathimah pun menulis pujian untuk Rasulullah.

Sejarah pujian-pujian ini sudah ada sejak Kanjeng Nabi Muhammad masih hidup, dan ini bukan sesuatu yang bid’ah. Di Indonesia sendiri, sudah banyak kitab yang dipakai, seperti kitab “Maulid Diba” atau yang biasanya pembacaan tersebut disebut Dibaan. Ada kitab “Al-Barjanzi”, ada juga “Simtudduror” yang populer di Indonesia.

Kitab Burdah ini disusun oleh Imam Al-Busyri, beliau lahir di Mesir, pada hari Selasa, awal syawal tahun 608 H./1213 M. Wafat di kota Iskandariyah tahun 695 H/1296 M. Kitab Burdah ini sudah ada sejak 800 tahun lalu. Kitab ini menggunakan qofiyah “mim” di setiap akhir baitnya. Kitab yang indah, padat, nan penuh makna.
(Lm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *