Wisuda Perdana Ma’had Aly Krapyak Kukuhkan 16 Mahasantri, Tegaskan Kaderisasi Ulama yang Siap Berkhidmat di Masyarakat

KRAPYAK.org – Ma’had Aly Krapyak dengan konsentrasi studi Maqashid Syari’ah, berhasil mencetak sejarah baru dengan menggelar wisuda perdananya sejak delapan tahun berdirinya, pada Sabtu, 20 Desember, 2025, di Gedung Aula Komplek H, Krapyak. Sebanyak 16 mahasantri yang berasal dari berbagai penjuru negeri akhirnya dikukuhkan sebagai lulusan pertama, sekaligus kader ulama yang siap berkhidmat di tengah masyarakat.

Berbeda dengan prosesi wisuda perguruan tinggi pada umumnya, prosesi wisuda perdana Ma’had Aly Krapyak tidak ditandai dengan pemindahan tali toga sebagai penanda masa purnanya pembelajaran di almamater. Para wisudawan Ma’had Aly Krapyak melainkan justru menerima dan diselempangi sebuah surban putih sebagai simbol kader ulama serta keberlanjutan tanggung jawab keilmuan pesantren.

Wisuda tersebut dihadiri oleh sejumlah pengasuh Yayasan Ali Maksum, para muhadhir (dosen), pejabat kementerian agama, serta  wali wisudawan/wisudawati. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mars hubbul wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dilantunkan oleh saudara Luqmanul Hakim.

Mudir Ma’had Aly Krapyak, KH. Afif Muhammad MA, menyatakan optimismenya bahwa para sarjana ini memiliki bekal yang mampu beradaptasi langsung di tengah masyarakat. Menurut beliau, selama menempuh pendidikan di Ma’had Aly Krapyak, sebagian besar dari mereka sudah dilatih terjun langsung ke lapangan melalui keterlibatannya sebagai pengurus, pengajar, serta musyrif bagi santri Madrasah Ali Maksum.

“Sejak sebelum wisuda, mereka sudah mengajar dan terlibat langsung di lapangan. Itulah yang kita harapkan, agar tentunya ketika nanti terjun ke masyarakat, mereka sudah siap dan tak perlu lagi gagap menghadapi problematika dan dinamika yang ada,” ujar KH. Afif Muhammad saat memberikan sambutan.

Lebih lanjut, KH. Afif Muhammad menyampaikan rasa syukur dan bahagia atas terselenggaranya wisuda perdana ini. Masih dalam sambutannya, beliau mengharapkan dukungan yang kuat dari wali mahasantri, serta mendoakan agar kiranya ilmu yang didapat para wisudawan selama menempuh pendidikan di Krapyak, adalah suatu hal yang bermanfaat dan mubarokah.

“Monggo, para wali mahasantri mendorong putera-i nya untuk bergerak melanjutkan khidmat di masyarakat. Karena pada dasarnya, orientasi ilmu pesantren adalah kemanfaatan dan kebergunaan di tengah masyarakat,” ungkap KH. Afif Muhammad.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Ma’had Aly Kementerian Agama RI, KH. Mahrus el-Mawa, menyoroti keunikan yang tidak dimiliki Ma’had Aly lain tetapi menjadi ciri khas bagi Ma’had Aly Krapyak. Hal ini beliau ungkap setelah mengetahui bahwa sebagian besar mahasantri Ma’had Aly Krapyak menempuh pendidikan di dua perguruan tinggi sekaligus. Dengan kata lain, sebagian besar mahasantri Krapyak menempuh dua gelar secara bersamaan.

Mengakhiri sambutannya, KH. Mahrus el-Mawa memberikan sebuah wejangan kepada para sarjana. Beliau mewanti-wanti kepada para lulusan Ma’had Aly agar tidak berhenti belajar dan berkhidmat di mana pun dan kapan pun. “ilmu hanya bisa diperoleh melalui proses belajar, sementara keberkahannya hanya bisa didapat dengan berkhidmat,” tegas beliau seraya mengutip maqolah yang juga kerap digaungkan KH. Ali Maksum.

Di penghujung rangkaian acara, Ma’had Aly Krapyak secara resmi menetapkan dua lulusan terbaik, yakni saudara Fakhrurrozi S. FU dan saudari Farda Shoffa S. FU sebagai mahasantri dengan nilai kumulatif tertinggi. Penetapan tersebut sekaligus menutup acara wisuda perdana yang menegaskan bahwa kelulusan Ma’had Aly bukan hanya sekadar capaian akademik, melainkan sebuah amanah sekaligus tradisi keilmuan ulama yang harus senantiasa dilanjutkan melalui pengabdian di tengah masyarakat.

Pewarta: Ifana Dewi