Malam Sholawat dan Pembacaan Manaqib KH. Ali Maksum

3 Januari 2020, diselenggarakan Majelis Sholawat dan Manaqib KH. Ali Maksum yang menjadi rangkaian pra-Haul KH. Ali Maksum yang ke-31. Acara dibuka dengan pembacaan maulid diba’ yang dipimpin oleh KH. Zaky Muhammad, Lc.

Setelah pembacaan maulid diba’ acara selanjutnya adalah sambutan keluarga yang pada kesempatan kali ini dibawakan oleh KH. Afif Muhammad, M.A. Beliau mengatakan selain untuk mengenang jasa-jasa KH. Ali Maksum acara manaqib ini penting untuk diadakan agar para santri bisa mengenal dan mengambil teladan dari sosok Kiai Ali.

Mengutip pengendikan Kiai Ali “Anak yang baik adalah yang mengenal orang tuanya” berbakti kepada orang tua adalah perbuatan baik, tanpa mengenal orang tua, kita tidak bisa berbakti kepadanya. Oleh sebab itu, acara ini diadakan setiap tahunnya agar para santri mengenal Kiai Ali sebagai sosok orang tua yang telah mendidik ruh mereka.

Selain itu, para santri diharapkan bisa meneladani Kiai Ali dan menjadi sosok yang sama seperti beliau.

“Kiai Ali adalah sosok yang sangat hubbul ilm (mencintai ilmu) serta mempunyai al-himmah al-‘aliyah (semangat yang luhur). Idealisme yang dimiliki Kiai Ali diharapkan bisa diikuti oleh para santrinya. Peringatan haul diharapkan bisa memperpendek jarak waktu antara santri dengan Kiai Ali, sosok yang diidealkan”. papar KH. Afif dalam sambutannya.

Setelah itu, seluruh santri khusyuk mendengarkan manaqib KH. Ali Maksum dibacakan oleh Gus Danial Fayadl dan Gus Achmad Levi. Keduanya merupakan cicit dari Simbah KH. Ali Maksum, mengisahkan masa kecil sosok Mbah Ali yang sejak beliau mengaji kepada ayahandanya sendiri, kemudian kepada Kiai Umar Pekalongan, kepada KH. Dimyati Abdullah, Pesantren Tremas hingga mengantarkan beliau ke Makkatul Mukarramah bermulazamah kepada Sayyid Alwi al-Maliki al-Hasani, Syaikh Hamid Mannan, Syaikh Umar Hamdan dan sebagainya.

Diceritakan secara panjang lebar juga bagaimana kiprah Mbah Ali pasca kembalinya ke Indonesia: Dakwah diniyyah dan sosial kemasyarakatan hingga perannya dalam politik kebangsaan. Tercatat Mbah Ali pernah menjadi anggota Konstituante, Tim Penerjemah Qur’an Kemenag RI, Rais ‘Am NU, Guru Besar IAIN Sunan Kalijaga, selain tentu saja mengembangkan Pondok Krapyak.

“Mbah Ali merupakan sosok yang berwawasan luas, tegas dalam mendidik namun halus dan dapat diterima hatiu sekaligus logis sesuai ajaran agama. Sikap kewibawaan beliau, tidak menghalangi beliau menjadi pribadi yang hangat dan humoris diantara keluarga dan santri-santrinya. Demikian semoga kita dapat mewarisi ilmu yang beliau miliki serta masuk dalam barisan beliau kelak di akhirat, amin.” tutur Gus Levi mengakhiri pembacaan manaqib.

About admin