KH. Muslih Ilyas: Saya Belajar Kepemimpinan dari Sosok Mbah Ali

KH. Muslih Ilyas turut hadir dalam acara Bincang Alumni yang bertajuk Kisah Kasih Santri Kinasih Mbah Ali (Edisi Santri Ndalem). KH Muslih merupakan santri ndalem semasa hidupnya Mbah Ali. Dalam ceritanya, Beliau dahulu merupakan kepala dapur di Pondok Pesantren Krapyak, sehingga seringkali diledek oleh teman-teman beliau dengan sebutan kepala DPR. Dengan barokahnya panjenenganipun Mbah Ali, papar beliau, ledekan itu malah menjadi kenyataan.

Beliau sempat menjadi Anggota DPR di Partai PPP. KH. Muslih Ilyas mengaku banyak menemukan sesuatu yang tidak beliau temukan diluar Krapyak. Salah satunya yaitu metode kepemimpinan Mbah Ali yaitu, pada saat bermusyawaroh di dalam organisasi atau kelompok, seluruh anggota haruslah dimintai pendapatnya. Ini menunjukkan bahwa Mbah Ali memiliki jiwa kepemimpinan yang sangat baik, dibuktikan dengan diangkatnya beliau sebagai Ro’ïs Aam Nahdhatul Ulama pada tahun 1981.

Di samping itu semua, Mbah Ali memiliki kepribadian yang adil. Mbah Ali memperlakukan semua santri beliau dengan sama, ramah dan baik hati ke semua santri. Hingga sering sekali ada santri yang merasa disayang oleh Mbah Ali padahal sebenarnya Mbah Ali memperlakukan semua santri dengan sama tanpa membeda-bedakan. (HS)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About admin