Sampaikan Amanat Inspektur pada HUT RI, Kiai Hilmy Muhammad Ajak Santri Maknai Hakikat Upacara Kemerdekaan

Upacara Bendera dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-74 diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta, Sabtu (17/8). Upacara dihadiri oleh pengasuh, jajaran pengurus, guru, karyawan serta seluruh santri dari masing-masing asrama dan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Ali Maksum.

Pada kesempatan ini, KH. Dr. Hilmy Muhammad, MA. Selaku Kepala Madrasah Aliyah Ali Maksum bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanat pembina upacara, Kiai Hilmy menyampaikan beberapa pesan.

Upacara bendera ini menunjukkan bentuk cinta kita kepada tanah air tercinta, juga sebagai bentuk komitmen kita untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang merupakan warisan dari para ulama dan para pejuang. Upacara ini juga menunjukkan rasa syukur kita atas anugerah kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT 74 tahun lalu, yang mana tersebut bukan sesuatu yang mudah diperoleh, melainkan jerih payah dengan segenap tenaga yang taruhannya adalah jiwa atau nyawa.

Patut bagi kita bersyukur yang sebesar-besarnya atas anugerah ini, bentuknya adalah kesiapan kita semua untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan, para pendahulu kita untuk mengisi kemerdekaan, dengan membangun bangsa ini sesuai dengan peran dan kapasitas kemampuan kita masing-masing. Apa yang hari ini kita tunjukkan adalah bentuk bahwa kita siap melanjutkan estafet kepemimpinan dan perjuangan yang telah dilakukan para pendahulu. Mereka mendarmabaktikan jiwa raga dan perjuangan yang luar biasa, tanpa dibayar, juga tanpa diberikan penghargaan yang selayaknya.

Kita semua punya kesempatan untuk mewujudkan cita-cita kita, yang mana tidak bisa kita raih kecuali dengan kerja keras, dengan cara menempa diri untuk mendapatkan keberhasilan dan masa depan yang cemerlang. Perjuangan bertahun-tahun hingga berabad-abad untuk meraih kemerdekaan ini bisa menjadi contoh bagi kita semua, bahwa segala sesuatu kadang tidak mudah kita raih, kadang harus dengan penuh perjuangan, dan tirakat lahir dan batin.
Apa yang kita lakukan bukan sesuatu yang tidak ada nilai ibadahnya. Seperti yang dinyatakan oleh para Ulama “Hubbul Wathan minal Iman”, bahwa kecintaan kita kepada tanah air adalah bentuk antara implementasi iman kita kepada Allah swt. Sebab Allah menjadikan kita lahir di tanah air Indonesia, maka kita harus mendarmabaktikan ilmu, serta kemampuan yang kita miliki ini untuk kebaikan tanah air ini.

Nasionalisme kebangsaan tidak hanya ditunjukkan melalui upacara, dukungan kepada Timnas, Karnaval. Bentuk kecintaan kita kepada tanah air adalah bagaimana usaha kita menjadikan tanah air ini lebih baik, lebih unggul, menjadi lebih bisa dihormati, menjadi lebih bermartabat di kalangan masyarakat global. Bentuk kecintaan kita sebagai kalangan pelajar adalah bagaimana kita bisa tekun belajar dengan sebaik-baiknya.

Dengan semua itu kita bisa menunjukkan, bahwa kita adalah negara yang siap untuk maju, negara yang tidak ketinggalan, negara yang tidak hanya mengurusi segala perbedaan, melainkan negara yang siap bersatu dan siap untuk bisa lebih unggul dibanding negara-negara yang lain. Semua ini bisa dimulai dari sekarang, dari sejak kita berada di bangku sekolah.

“Itulah bentuk tanda bukti cinta kita kepada tanah air dan bentuk ibadah kita, bentuk pengabdian kita kepada Allah yang telah mentakdirkan kita semua hidup di Indonesia, yang keharusannya, keniscayaannya adalah kita kemudian mencoba memperbaiki tanah air kita dengan usaha sebaik-baiknya. Semoga apa yang kita lakukan semuanya diberkahi oleh Allah taala, mendapat ridho dan balasan yang sebesar-besarnya”, pungkas Kiai Hilmy.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ibu Nyai Hj. Durroh Nafisah Ali. Dilanjutkan dengan pertunjukkan Drum Band serta kreasi formasi dari santri MTS MA Ali Maksum, juga berlangsung ramah tamah pengasuh dan pengurus Yayasan Ali Maksum dengan para guru dan karyawan di Gedung Madrasah Aliyah.
(Admin)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid