Delegasi Young Muslim Leader Australia Belajar Moderasi Islam di Pesantren Krapyak

Pondok Pesantren Krapyak menerima kunjungan delegasi Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (AIMEP), Kamis (31/10). Rombongan diterima oleh Ny.Hj Maya Fitria Hasbullah, Ny. Hj Hindun Annisa, serta Ny. Hj Fatma Zuhrotunnisa bertempat di Musholla Komplek Hindun Pondok Pesantren Krapyak. Delegasi AIMEP datang bersama Konsulat Jenderal Australia Surabaya dan Kedutaan Besar Australia Jakarta. Peserta program ini adalah para aktifis muslim muda Australia yang memiliki perhatian dan ketertarikan terkait isu toleransi dan dialog antar agama dan budaya.

Kunjungan di Pesantren Krapyak ini bertujuan untuk bertukar ide dan pengalaman antara Muslim Australia dengan para santri Pesantren Krapyak. Ny Hj Hindun Annisa, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak yang kebetulan juga merupakan alumni program AIMEP ini pada tahun 2015.
Para tamu terkesan dengan penampilan hadroh yang dibawakan oleh santri Komplek Hindun sebagai penampilan penyambutan. “I am very happy to hear shalawat or nasyeed, it touch my heart” said Rowan. Dalam kesempatan ramah tamah di komplek Hindun ini juga diberikan pengenalan terkait profil Pondok Pesantren Krapyak serta dilangsungkan demo program tahfidz Quran oleh santri komplek Hindun-Beta.

Selaku perwakilan pesantren, Ny Hj Maya mengucapkan selamat datang kepada rombongan AIMEP di Pesantren Krapyak. Selanjutnya tamu AIMEP yang didampingi oleh beberapa perwakilan santri mahasiswa mengunjungi Madrasah Aliyah Ali Maksum guna memberikan gambaran yang utuh atas proses pembelajaran di Pesantren.

Pada saat melangsungkan kunjungan Madrasah Aliyah, Nasim Zereka, salah satu delegasi AIMEP yang merupakan guru sekolah Muslim di Australia terlihat sangat menikmati saat diperlihatkan bagaimana santri Krapyak menghafalkan bait dalam kitab Shorof, yang merupakan salah satu cabang keilmuan untuk mendalami bahasa Arab. Dalam kesempatan tersebut Nasim juga memberikan motivasi singkat kepada para santri Madrasah Aliyah yang disampaikan dalam bahasa Arab.

Dalam perbincangan dengan tim media Pesantren Krapyak, Ruqaya Almigrani salah satu delegasi yang merupakan Muslim Australia keturunan Ethiopia-Arab Saudi mengatakan sangat terkesan dengan pola pendidikan pesantren yang mengajarkan konsep Islam Rahmatan lil alamin. “Masyarakat Muslim di Indonesia patut dijadikan contoh bagi masyarakat dunia, disini semua agama dan kebudayaan dapat hidup berdampingan dengan damai” kata Rabiah.
Melalui kunjungan dan dialog ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara masyarakat Muslim Australia dan Indonesia untuk mengembangkan kegiatan yang produktif dalam rangka mencipatakan kehidupan dunia yang damai.

Selama tiga hari di Yogyakarta, selain Pondok Pesantren Krapyak, AIMEP juga melangsungkan kunjungan ke Keraton, Masjid Kota Gede, UAD Muhammadiyah, Kampus UII, dan Candi Borobudur.(red)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About admin