Wafat, Santriwati itu Disholatkan Ribuan Santri di Pondok Krapyak

Innalillahi wa inna ilaihi Roji’un. Kabut duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak. Tangis kesedihan pecah taklala salah seorang santri, bernama Naely Sa’adah, menghembuskan nafas pada Kamis lalu (12/9/2013) sekitar pukul 15.30 di RS. Sardjito. Almarhumah menderita sakit dan dirawat ke RS sejak tiga hari lalu. Sebelum di bawa ke rumah duka di Tegal, jenazah almarhumah mendapat penghormatan terakhir di bawa ke Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta untuk di mandikan, dikafani dan dsholatkan.

Jenazah tiba sebelum maghrib dari RS. Sartdjito, usai di mandikan dan dikafani, tampak ribuan santriwati menyolatkan dan berdoa untuk almarhumah di Musholla putri. Usai di sholatkan di mushola putri, jenazah almarhumah di sholatkan oleh jamaah putra di mesjid Krapyak, selepas Isya.
Putri bungsu dari tiga bersaudara ini dalam kesaksian guru dan sahabat merupakan sosok yang pintar, rajin, bersahaja dan tidak neko-neko. “Ngaji Qur’an dengan saya, almarhumah selalu dating lebih awal dari teman-temannya yang lain ” ujar Arinal Husna, salah seorang guru pembimbing Qur’annya di asrama.

“ Kepulangan Ananda Naely semoga almarhumah tergolong hamba yang syahid, karena wafatnya dalam rangka tholabul ilmi, menuntut ilmu; nyantri di Pesantren” ungkap Siti Jubaedah, guru dan Ketua Asrama Putri.

Kepergian almarhumah menyimpan kenangan mendalam diantara Pengasuh, guru dan teman-temannya. Selamat jalan ananda, semoga khusnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid