<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta &#124; Mendidik dan Melayani</title>
	<atom:link href="http://krapyak.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://krapyak.org</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 May 2013 03:06:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.4.1</generator>
		<item>
		<title>MA Ali Maksum Mendulang Juara di Ajang Abdul Hadi Awards</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/30/ma-ali-maksum-mendulang-juara-di-ajang-abdul-hadi-awards/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/30/ma-ali-maksum-mendulang-juara-di-ajang-abdul-hadi-awards/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 04:52:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliyah @id]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1978</guid>
		<description><![CDATA[Bantul, (30/4/2013) krapyak.org. Putra putri terbaik Madrasah Aliyah (MA) Ali...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Bantul,</strong> (30/4/2013) <em>krapyak.org</em>. Putra putri terbaik Madrasah Aliyah (MA) Ali Maksum kembali berhasil memenangi sejumlah lomba dalam ajang Abdul Hadi Award di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Yogyakarta pada 28 April 2013 lalu. Lomba yang dimenngi antara lain, yaitu juara I Kaligrafi Putra (Nurul Huda), Juara II Kaligrafi Putri (Amnil Izzah), Juara I Olimpiade B. Arab Kelas XI (Ibnu Hajar), Juara I Pidato B. Arab (Lutfila Arif), Juara I Pidato B. Inggris (Rifka Inayah).</p>
<p style="text-align: justify;">Rangkaian lomba Abdul Hadi award merupakan event tahunan PP. Wahid Hasyim yang diselenggarakan menyambut haul pendiri Pondok Pesantren tersebut. Penerimaan hadiah lomba rencanya akan diserahkan secara simbolis pada 11 Mei 2013 mendatang dalam acara puncak Haul pendiri Pondok Pesantren tersebut. Event lomba yang diikuti berbagai Pondok Pesantren di Jogja dan Jawa Tengah ini semakin mengukuhkan eksistensi MA Ali Maksum.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/551532_560951500611836_2129464046_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-1980" title="551532_560951500611836_2129464046_n" src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/551532_560951500611836_2129464046_n-300x228.jpg" alt="" width="300" height="228" /></a><br />
Sementara itu, di tempat yang berbeda, dua santri MA Ali Maksum juga berhasil menyabet medali emas dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat antar SMA se-DIY di Universitas Sarjanawiyata Taansiswa (UST), mereka adalah juara 1 kelas H Putra ( Dicky Yoza Saputra), Juara kelas B putri ( Emy Tralala).</p>
<p style="text-align: justify;">Raihan prestasi ini tidak hanya menjadi bukti bahwa santri Pondok Pesantren Krapyak juga mampu mampu menorehkan prestasi gemilang dari berbagai even lomba, tetapi juga menjadi catatan manis mampu menyandingkan dirinya sejajar dengan sekolah ternama lainnya. Sebuah prestasi yang patut disyukuri dan dibina terus menerus agar lebih baik dan terus berprestasi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/30/ma-ali-maksum-mendulang-juara-di-ajang-abdul-hadi-awards/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemabuk Cinta</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/26/pemabuk-cinta/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/26/pemabuk-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Apr 2013 03:33:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1974</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Man &#8216;asyiqa fa &#8216;affa wa katama tsumma maata fahuwa syahiid&#8221;...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Man &#8216;asyiqa fa &#8216;affa wa katama tsumma maata fahuwa syahiid&#8221;</p>
<p>&#8220;Barangsiapa mabuk cinta, lalu menjaga diri (dari hal-hal yang tak baik) dan merahasiakan cintanya, kemudian wafat, maka dia adalah syahid.&#8221;</p>
<p>Hadits kontroversial yang banyak didhaifkan oleh ulama. Akan tetapi pesannya sangat baik, yakni bahwa cinta sudah seharusnya dibiarkan suci dan jangan dikotori dengan kemaksiatan-kemaksiatan. Dan jika perlu, kesuciannya ditebus dengan nyawa. Sungguh mulia mereka yang jatuh cinta, yang karena tak mungkin diteruskan rela menyimpannya dalam hati hingga menghembuskan nyawanya.</p>
<p>Ini barangkali yang menjadi salah satu pertimbangan bagi pakar Hadits modern, Ahmad bin Shiddiq al-Ghimary, untuk membela Hadits tersebut sehingga menulis buku yang secara khusus menolak kedhaifannya, &#8220;Dar&#8217; adh-Dhu&#8217;fi &#8216;an Haditsi Man &#8216;Asyiqa ..&#8221;</p>
<p>Hati memang ada dalam tubuh tiap manusia, tapi ia bukan miliknya. Ia bisa memilih kekasihnya sendiri tanpa dia mampu menolaknya. Maka ketika ia memilih yang tidak semestinya, dia harus menjaga diri agar tidak hanyut olehnya. Sedikit yang mampu melakukannya, dan yang sedikit ini adalah kekasih Allah SWT. Jika dia kemudian mati karena cintanya maka dia adalah syahid.</p>
<p>Al-Ushmu&#8217;i, sastrawan dan ahli bahasa klasik, menuturkan pengalamannya:</p>
<p>Saat saya berjalan menelusuri pedalaman padang pasir saya melewati sebuah batu. Di situ tertulis sebuah bait syair:</p>
<p>&#8220;Wahai para pemabuk cinta .. demi Allah ceritakan padaku, jika seorang pemuda mabuk cinta apa yang mesti dia lakukan ..?&#8221;</p>
<p>Saya pun menulis di bawahnya:</p>
<p>&#8220;Dia bujuk cintanya .. lalu menyimpan rahasianya .. Dia tunduk lah dan pasrah lah dalam segala urusannya ..&#8221;</p>
<p>Hari berikutnya saya kembali, dan mendapati bait syair di bawahnya:</p>
<p>&#8220;Bagaimana pemuda itu bisa membujuk cintanya, sementara cinta telah membunuhnya .. dan setiap hari hatinya tersayat .. &#8221;</p>
<p>Saya tuliskan bait syair berikutnya:</p>
<p>&#8220;Jika dia tak memiliki kesabaran untuk menyimpan rahasianya, maka hanya kematian lah kebaikan yang tersisa baginya .. &#8221;</p>
<p>Saya kembali lagi di hari ketiga. Di sana ada seorang pemuda mati terkapar persis di bawah batu tersebut. Di bagian bawah termaktub dua bait syair:</p>
<p>&#8220;Sendiko dawuh! kematian telah menjemput! Sampaikan salamku kepada seseorang yang melarang perjumpaan cinta ..</p>
<p>Untuk mereka yang bergelimang kenikmatan, nikmatilah kenikmatan kalian .. dan bagi pemuda pemabuk cinta yang miskin hanya racun yang dia tenggak ..&#8221;</p>
<p>Pemuda pemabuk cinta ini boleh jadi adalah syahid!</p>
<p>Wallaahu a&#8217;lam bishshawaab ..</p>
<p>Abdul Ghofur Maimoen</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/26/pemabuk-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Semaan Qur&#8217;an Tandai Peresmian Gedung Baru</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/25/semaan-quran-tandai-penggunaan-gedung-baru/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/25/semaan-quran-tandai-penggunaan-gedung-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 08:28:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Fisik]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1966</guid>
		<description><![CDATA[Bantul, (25/4/2013) krapyak.org. layaknya peresmian sebuah gedung baru sebuah acara...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/215804_3933148866530_863793801_n.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/215804_3933148866530_863793801_n-300x225.jpg" alt="" title="215804_3933148866530_863793801_n" width="300" height="225" class="alignnone size-medium wp-image-1968" /></a><br />
Bantul, (25/4/2013) krapyak.org. layaknya peresmian sebuah gedung baru sebuah acara biasanya ditandai dengan acara seremonial pemotongan pita dan tumpeng. Tetapi, berbeda halnya dengan Pondok Pesantren Krapyak, menandai berdirinya sebuah bangunan dengan 15 kelas yang berdiri di atas tanah seluas  2.735m2 dengan menggelar semaan Qur&#8217;an. </p>
<p>Tidak tanggung-tanggung, para bu Nyai Pondok krapyak Yayasan Ali Maksum yang di daulat langsung  melantunkan semaan Qur&#8217;an, beliau adalah bu Nyai Durroh Nafisah Ali,  bu Nyai Ida Rufaida, bu Nyaii Luthfiyah Baidhowi, bu Nyai Munawwaroh, bu Nyai Umi Ngrukem, bu Nyai Farokhah Zaini dan ustadzah Robi&#8217;ah Adawiyah. Sementara para sami&#8217;in adalah para santriwati kompleks Hindun dan komplek N (asrama putri). </p>
<p>Meski secara resmi rencananya akan digunakan sebagai ruang kegiatan belajar mengajar santri (KBM) MA pada tahun ajaran baru mendatang, namun gedung itu sudah dgunakan sebagai tempat ujian santri kelas XII. Rencanya pula, penyelenggaraan MUFAKAT (<em>Musabaqoh Fahmi Kutubit Turots</em>) dimana Pondok pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum dipercaya oleh KEMENAG Kab Bantul  untuk menjadi tuan rumah acara tersebut juga akan dilaksungkan di gedung baru ini. </p>
<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/64150_3933148346517_1317192276_n.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/64150_3933148346517_1317192276_n-300x225.jpg" alt="" title="64150_3933148346517_1317192276_n" width="300" height="225" class="alignright size-medium wp-image-1969" /></a>Majlis semaan Qur&#8217;an ini sekaligus menjadi do&#8217;a dan ungkapan syukur agar keberhasilan perluasan lahan wakaf dan gedung baru untuk pengembangan Pondok benar-benar bermanfaat dalam mencerdaskan bangsa dan ummat melalui upaya <em>tafaqquh fiddin</em> di Pondok Krapyak ini. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/25/semaan-quran-tandai-penggunaan-gedung-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Donasi Wakaf untuk Pengembangan Ponpes Krapyak Terus Mengalir</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/23/donasi-wakaf-untuk-pengembangan-ponpes-krapyak-terus-mengalir-2/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/23/donasi-wakaf-untuk-pengembangan-ponpes-krapyak-terus-mengalir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 07:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1953</guid>
		<description><![CDATA[Krapyak, (23/4/2013) Pesantren Krapyak yang berada ditengah perkampungan membawa konsekuensi...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/edit2.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-1954" title="edit" src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/edit2-300x77.jpg" alt="" width="300" height="77" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Krapyak, (23/4/2013) Pesantren Krapyak yang berada ditengah perkampungan membawa konsekuensi terbatasnya ruang fisik yang dimiliki. Seiring dengan perkembangan Pesantren Krapyak, kebutuhan perluasan lahan merupakan investasi yang strategis. Lahan yang baru akan dimanfaatkan terutama untuk membangun ruang belajar mengajar dan bangunan sekolah bagi lembaga pendidikan baru.</p>
<p style="text-align: justify;">Belum lama ini, Yayasan melakukan pembelian tanah (untuk dijadikan waqaf) seluas 2.735m2 yang terletak kurang lebih 100 meter disebelah selatan lokasi pondok saat ini. Tanah sendiri dibeli seharga 1,5 juta/permeter. </p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, donasi wakaf untuk pengembangan PP Krapyak pun terus mengalir. Beberapa pihak sudah melakukan sumbangan wakaf, diantaranya datang dari para alumni, wali santri, keluarga dan masyarakat umum. Belum lama, beberapa pihak sudah berkomitmen memberikan sumbangan wakaf untuk pesantren, tercatat ikatan alumni angkatan 1995, koperasi keluarga sendiri berkomitmen mewakafkan Rp. 100 juta pertahun selama 5 tahun, diluar wakaf yang sudah dikucurkan senilai 1,5 M. Sampai 12 April 2013, dana waqif yang terkumpul dari berbagai dermawan sejumlah Rp. 1,7 M.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, pembangunan gedung MA di lokasi tanah yang baru sedang dibangun 15 lokal ruangan, telah menghabiskan biaya 1,1 M. rencananya, gedung baru, mulai akan digunakan untuk KBM MA pada tahun ajaran baru mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;">Segenap dukungan doa, moral dan finansial sangat diharapkan terus mengalir untuk pengembangan pondok pesantren ke depannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/23/donasi-wakaf-untuk-pengembangan-ponpes-krapyak-terus-mengalir-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyusun Kamus Munawwir itu Berpulang</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/18/penyusun-kamus-munawwir-itu-berpulang/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/18/penyusun-kamus-munawwir-itu-berpulang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 03:02:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ahmad fadly</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1937</guid>
		<description><![CDATA[Krapyak, 18 April 2013. KH. Ahmad Warsun Moenawwir, Penyusun kamus...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><br />
<a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/mbah-Sun.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1938" title="mbah Sun" src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/mbah-Sun-255x300.jpg" alt="" width="255" height="300" /></a>Krapyak, 18 April 2013.</strong> KH. Ahmad Warsun Moenawwir, Penyusun kamus Bahasa Arab -Indonesia &#8220;Al-Munawwir&#8221; yang masyhur itu berpulang pada usia 79 tahun. Almarhum wafat pada Kamis Pahing, 7 Jumadil Akhir 1434 H/18 April 2013 M tepat 3 hari sebelum peringatan haul ke-74 KH. M. Moenawwir yang diadakan Ahad, 21 April 2013.  Kondisi suami dari NY. Hj. Husnul Khotimah ini sebelumnya sudah sering sakit-sakitan karena faktor usia. Beliau lahir pada Jum’at Pon, jam 00.30, tanggal 22 Sya’ban tahun Wawu (1865) 30 Nopember 1934/20 Sya’ban 1353 H.</p>
<p style="text-align: justify;">Berita wafatnya Kyai Warsun mulai tersebar sejak pukul 06.00 pagi tadi. berdasarkan informasi yang diterima redaksi, selepas shubuh tadi almarhum sempat di bawa ke rumah sakit. Namun Allah berkehendak, Kyai Warsun menghembuskan nafas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.</p>
<p style="text-align: justify;">Kyai Warsun meniggalkan 1 istri dan 2 orang putra, serta 5 orang cucu.  Jenazah akan dimakamkan di makam Dongkelan berdampingan dengan keluarga Pondok Pesantren Al-Munawwir yang lain pada Kamis, 18 April 2013, pukul 16.00 wib. Selamat jalan Guru, karyamu akan terus hidup sebagai amal jariyah yang selalu mendampingimu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/18/penyusun-kamus-munawwir-itu-berpulang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>OSIS MA Ali Maksum Sukses Gelar Donor Darah dan Bedah Buku</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/04/01/osis-ma-ali-maksum-sukses-gelar-donor-darah-dan-bedah-buku/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/04/01/osis-ma-ali-maksum-sukses-gelar-donor-darah-dan-bedah-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 15:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliyah @id]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1910</guid>
		<description><![CDATA[Bantul, (1/3/2013) krapyak.org; Bekerja sama dengan PMI Bantul, PMR MA...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/5.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/04/5-300x104.jpg" alt="" title="5" width="300" height="104" class="alignleft size-medium wp-image-1912" /></a></p>
<p>Bantul, (1/3/2013) <em>krapyak.org</em>; Bekerja sama dengan PMI Bantul, PMR MA Ali Maksum, berhasil melaksanakan kegiatan Donor Darah Masal &#038; Tes Golongan Darah yang diadakan oleh PMR MA ALI MAKSUM Pon Pes Krapyak, Yayasan Ali Maksum Yogyakarta. (29 Maret 2013). Dibawah naungan Dept Sosial &#038; Kesehatan Osis MA Ali Maksum, Alhamdulillah kegiatan kali ini berjalan dengan baik dan lancar.</p>
<p>Paniti memberi kesempatan bagi kalangan santri maupun masyarakat umum untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang sarat dengan unsur sosial dan kemanusiaan ini. Disamping itu pula, panitia mengadakan tes golongan darah yang bertujuan membantu para santri maupun masyarakat yang belum mengetahui golongan darahnya sendiri. Mulai pukul 14.00 WIB, santriwan-santriwati dan beberapa masyarakat setempat yang ingin mendonorkan darahnya atau yang ingin tes gol.darahnya berdatangan ke gedung auditorium MA Ali Maksum. Ada beberapa santri terlihat agak gugup karena menjadi donor merupakan pengalaman baru bagi mereka. Namun setelah selesai proses pengambilan darah, mereka mengatakan ini asyik dan tidak semenakutkan yang mereka bayangkan.</p>
<p>Disamping itu, pihak panitia sendiri ramah tamah dan membagikan doorprice bagi semua peserta yang mengikutinya. Untuk hiburan, panitia memeriahkannya dengan memberikan beberapa performance seperti musikalisasi puisi yang dibawakan langsung dari para siswi kelas I’dadiyah MA Ali Maksum, kemudian ada juga sing along, videoclip, dan lain sebagainaya. acarapun selesai pukul 16.00 WIB</p>
<p>Dibalik niatan baik para peserta donor darah, juga tersirat adanya rasa kepedulian sesama manusia yang tinggi, panitia berkeinginan agar seluruh peserta donor darah maupun tes golongan darah terhibur dan bergembira. Ahirnya dengan kemandirian panitia, berhasil membuat acara tersebut lebih menarik dan lebih meriah. “Semoga saja kegiatan ini, kita semua yang ikut mendapatkan barokah dari Allah, amin&#8230;” ungkap ketua PMR Ma Ali Maksum periode 2012-2013. </p>
<p><strong>Bedah Buku Sang Penakluk Badai</strong></p>
<p>Sementara itu, beberapa minggu sebelumnya, OSIS Putra bekerja sama dengan OSIS putri dan pengurus asrama juga sukses menyelenggarakan Bedah Buku Sang Penakluk Badai, novel yang menceritakan tentang Hadratus Syaikh Hasyim Asy’ari ini menghadirkan penulisnya, Aguk Irawan MN. Peserta yang hadir sekitar 400 santri pun antusias mengikuti jalannya acara. Acara juga dimeriahkan dengan bazar buku murah. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/04/01/osis-ma-ali-maksum-sukses-gelar-donor-darah-dan-bedah-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Besar dari Kuburan</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/03/28/lebih-besar-dari-kuburan/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/03/28/lebih-besar-dari-kuburan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Mar 2013 06:41:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1904</guid>
		<description><![CDATA[KH Ali Maksum dikenal sangat dekat dengan para santrinya. Sekitar...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit-kh-ali-maksum.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit-kh-ali-maksum-218x300.jpg" alt="" title="edit-kh-ali-maksum" width="218" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-1905" /></a></p>
<p>KH Ali Maksum dikenal sangat dekat dengan para santrinya. Sekitar 2000 santri, beliau mengenal namanya, bahkan sampai daerah asalnya.  Karena begitu dekatnya, semua santri merasa menjadi santri kesayangan beliau. Kalaupun Mbah Ali marah, santri justru senang, karena mendapatkan perhatian dari sang kiai.</p>
<p>Kedekatan Mbah Ali dengan santri ternyata bukan saja terjadi di pondok saja. Ketika santri sudah pulang di rumah, kedekatan itu masih sangat terasa. Ini dikarenakan kegemaran Mbah Ali dalam silaturrahim. Ketika sampai daerah tertentu, Mbah Ali selalu menyempatkan mampir ke rumah para santrinya. </p>
<p>Ada rasa bangga buat seorang santri ketika rumahnya dirawuhi kiainya. Tetapi ada seorang santri Krapyak yang justru enggan ketika Mbah Ali mau silaturrahim. Namanya Zainuri. Selepas nyantri di Krapyak, ia berpetualang di Jakarta. </p>
<p>Setelah menghadiri suatu acara di Jakarta, saat itu Zainuri menemui Mbah Ali. Saat itu Mbah Ali mau mampir ke kontrakan Zainuri.</p>
<p>“Aku mau mampir ke tempatmu,” kata Mbah Ali.</p>
<p>“Mboten (tidak). Kiai tidak usah ke tempat saya. Tempat saya sangat sempit,” jawab Zainuri. </p>
<p>Zainuri yang kosnya sangat kecil merasa malu kalau kiainya mampir. Zainuri takut tidak bisa menyediakan tempat layak buat kiai tercintanya. </p>
<p>“Wes, aku pengen mampir ke tempatmu,” tegas Mbah Ali. </p>
<p>Zainuri sudah tidak bisa berkata apa-apa. Ini dawuh kiai. Dengan perasaan yang gelisah, akhirnya Zainuri manut saja dengan dawuh kiainya. Sesampai di kos, Zainuri mempersilahkan Mbah Ali untuk masuk kosnya yang sangat kecil. </p>
<p>“Ini  kiai, kos saya sangat kecil.” </p>
<p>“Ini besar, tidak kecil. Kan lebih besar dari pada kuburan.” </p>
<p>Mbah Ali tertawa bersama Zainuri. Dalam hati, Zainuri sangat bangga, karena kiainya selalu memberikan nasehat yang teduh buat hidupnya. </p>
<p>Kisah ini diceritakan oleh Ibu Nyai Ida Rufaida, putri almKH Ali Maksum saat sambutan peringatan haul ke-24 di Krapyak.</p>
<p>sumber: http://www.nu.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/03/28/lebih-besar-dari-kuburan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alumni Krapyak di Mesir Juga Peringati Haul Mbah Ali</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/03/26/alumni-krapyak-di-mesir-juga-peringati-haul-mbah-ali/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/03/26/alumni-krapyak-di-mesir-juga-peringati-haul-mbah-ali/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 05:54:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Institusi]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1896</guid>
		<description><![CDATA[Mesir, (20/03/13) Rabu sore bertempat di salah satu kediaman alumni...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit4.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit4-300x143.jpg" alt="" title="edit4" width="300" height="143" class="alignleft size-medium wp-image-1898" /></a></p>
<p>Mesir, (20/03/13) Rabu sore bertempat di salah satu kediaman alumni Pondok Pesantren Krapyak di Tajamu’ Awwal salah satu kawasan yang berada di ibu kota Cairo, mengadakan peringatan Haul KH. Ali Maksum yang ke-24. Dalam acara ini dihadiri Bapak Muhammad Saifudin dan Bapak Ikhwani, selaku senior alumni Pondok Pesantren Krapyak, dan para alumni yang berada di Mesir. Juga turut berpartisipasi para alumni Pondok Pesantren Liroboyo, Tebu Ireng,  Matoli’ul Falah Kajen Pati, MUS-YQ Kudus, al-Amin Madura dan an-Nasyath Mlangi dalam acara Haul kali ini.</p>
<p>Haul diadakan selain mengenang dan mendoakan KH. Ali Maksum juga sebagai ajang silaturahmi antara alumni Krapyak yang tersebar di Cairo. Dan sebagai hormat ta’dzim kami terhadap jasa-jasa mulia beliau yang telah banyak menginspirasi hingga santrinya telah menyebar di penjuru nusantara bahkan dunia. Acara ini diisi dengan hataman al-Quran, pembacaan tahllil, mauidzoh hasanah yang disampaikan oleh Bapak Muhammad Saifudin, MA.  dan Bapak Ikhwani, MA.  kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah.</p>
<p>Bapak Ahmad Ikhwani, MA. dalam mauidzoh hasanah-nya membuka dengan semangat intelektualitas. Beliau yang tengah menempuh jenjang S3 al-Azhar bidang Hadits ini mengkaitkan sosok KH. Ali maksum dengan salah satu perkataan dari Sayidina Ali RA, &#8220;Ambillah sesuatu yang benar, dimana kebenaran itu berada&#8221;. Kenapa demikian, karena  sikap dari pemikiran KH. Ali Maksum yang begitu progresif. Tercermin ketika beliau menyampaikan kepada santrinya, bacalah buku dari berbagai macam referensi, walaupun buku-buku tersebut cenderung sedikit ekstrim atapun keras, seperti halnya Sayiid Qutub dan Muhammad Abduh.</p>
<p>Kemudian disambung dengang wajengan mauidzoh hasanah yang kedua oleh Bapak Muhammad Saifudin, MA. Baliau yang juga tengah menempuh jenjang S3 Tafsir dan sedang menyelesaikan disertasinya di al-Azhar ini menambahi apa yang telah disampaikan oleh bapak Ikhwani. Selain pemikiran KH. Ali Maksum yang progresif akan tetapi beliau tidak suka orang sok intelek, sok prihatin, sok rajin, dan sok-sok yang lainnya. Baliau tidak ingin, ketika terlalu rajin akan tetapi apatis terhadap lingkungan, hidup yang seharusnya bersosialisasi dengan sekitar malah terbengkalai. Orang yang terlalu rajin prihatin akan tetapi kebutuhan akan intelektualitas kurang. Artinya apa, bahwa beliau ingin menyampaikan pesan moral kalau hidup itu butuh keseimbangan, antara kebutuhan pribadi, sosial, lahir, dan batin.</p>
<p>Setelah mauidzoh hasanah selesai, dilajutkan dengan solat Maghrib dan tidak lupa solat Ghoib yang ditujukan kepada almarhum Bapak KH. Bajuri, Lc. Semoga amal ibadah beliau diterima, diampuni dosa-dosanya, dan ditemptakan yang paling pantas oleh-Nya. Kemudian acara terkahir ditutup dengan ramah tamah dan santap makan bersama.</p>
<p>Kontributor: izad</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/03/26/alumni-krapyak-di-mesir-juga-peringati-haul-mbah-ali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mbah Ali di Mata Para Santri</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/03/26/mbah-ali-di-mata-para-santri/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/03/26/mbah-ali-di-mata-para-santri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 05:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1892</guid>
		<description><![CDATA[KH Ali Maksum atau Mbah Ali, semasa hidupnya dikenal sebagai...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit-1.jpg"><img src="http://krapyak.org/wp-content/uploads/2013/03/edit-1-300x167.jpg" alt="" title="edit 1" width="300" height="167" class="alignleft size-medium wp-image-1893" /></a></p>
<p>KH Ali Maksum atau Mbah Ali, semasa hidupnya dikenal sebagai seorang kiai yang memiliki keunikan tersendiri dalam mendidik santri-santrinya. Bukan hanya dekat dengan santri, Mbah Ali juga dekat dengan masyarakat.</p>
<p>Hal tersebut diamini oleh KH. Habib Syakur, pengasuh Pondok Pesantren Al-Imdad, Bantul dalam acara haul Mbah Ali Maksum, Rabu (20/3) kemarin.</p>
<p>“Mbah Ali mendidik santrinya dengan cara yang berbeda dibandingkan kiai-kiai lainnya. Mbah Ali dekat dengan santri dan masyarakat,” Ungkap KH. Habib saat diminta menyampaikan Manaqib Mbah Ali Maksum. </p>
<p>“Sebagai contoh, Mbah Ali itu tak pernah menyuruh saya untuk jamaah Shalat Subuh. Tapi Mbah Ali hanya meminta saya untuk jadi teken (pegangan) waktu beliau naik dan turun masjid. Ya mau tidak mau saya pasti shalat subuh. Sebelum Mbah Ali turun dari masjid ya saya tetap berada di Masjid, menunggu Mbah Ali,” tambahnya lagi.</p>
<p>Dalam kesempatan itu juga, KH. Habib mengungkapkan, Mbah Ali memiliki firasat yang tajam. Ia bercerita, waktu itu dirinya meminta izin untuk pergi mengaji ke pesantren lain saat bulan puasa tiba. </p>
<p>“Ketika saya sowan dan belum mengatakan apa keinginan saya tersebut, Mbah Ali sudah bilang bahwa saya tidak boleh pergi. Malah saya ditugasi suruh buat jadwal pengajian di bulan puasa. ‘wes li, koe neng kene ae, ora oleh lungo. Saiki, taun iki, koe nggwe jadwal ngaji pondok” (sudah Bib, kamu di sini saja, tidak boleh pergi. Sekarang, tahun ini, kamu buat jadwal mengaji pondok),” ungkap KH. Habib menirukan perintah Mbah Ali. Sontak, ucapan KH. Habib tersebut disambut dengan tawa para hadirin. </p>
<p>Selain KH. Habib, dalam kesempatan haul tersebut, KH. Ikhsanudin, yang pernah nyantri kepada Mbah Ali selama sepuluh tahun juga menceritakan manaqib Mbah Ali. Menurutnya, ada tiga hal yang sangat berkesan tentang Mbah Ali.</p>
<p>“Jika hanya menceritakan tentang Mbah Ali saya rasa satu malam saja tidak cukup. Tiga tahun, bahkan bertahun-tahun pun tak akan cukup. Tapi bagi saya, tiga hal yang sangat berkesan di hati saya,” ujar KH. Ikhsan mengawali ceritanya.</p>
<p>“Mbah Ali itu orangnya disiplin. Kedisiplinan beliau itu luar biasa. Bayangkan saja, sebelum subuh, beliau sudah bangun. Lalu pergi keliling ke kamar-kamar santri dan membangunkannya. Beliau keliling sambil membawa semprotan air. Jadi kalau ada santri yang nggak bangun, maka akan disemprot air oleh Mbah Ali,” Ungkap KH Ikhsan. </p>
<p>Selain disiplin, beliau juga mengungkapkan bahwa Mbah Ali itu orangnya familier dan sangat menjaga kebersihan. “Jadi, an nadofahnya Mbah Ali itu luar biasa,” tambahnya.</p>
<p>Acara haul Mbah Ali yang dilaksanakan tiap tahun tersebut dilaksanakan di pondok pesantren Ali Maksum. Malam itu, ratusan jamaah yang berasal dari berbagai kalangan memenuhi depan pondok Ali Maksum. </p>
<p>Sebelum acara inti,  para jamaah diajak bershalawat bersama Gus Kelik. Krapyak pun berdendang menebarkan doa dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Acara haul  Mbah Ali yang dihadiri oleh ratusan jamaah, merupakan salah satu bukti kecintaan para jamaah terhadap sosok Mbah Ali. Mereka bersama-sama mengirimkan doa dan kerinduan mereka.</p>
<p>Semoga engkau tenang di alam sana Mbah! Kami merindukanmu selalu. </p>
<p>Sumber: http://nu.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/03/26/mbah-ali-di-mata-para-santri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Sikap Kritis Santri ala KH Ali Maksum</title>
		<link>http://krapyak.org/2013/03/26/membangun-sikap-kritis-santri-ala-kh-ali-maksum/</link>
		<comments>http://krapyak.org/2013/03/26/membangun-sikap-kritis-santri-ala-kh-ali-maksum/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Mar 2013 05:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>humaid</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alumni]]></category>
		<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Institusi]]></category>
		<category><![CDATA[Krapyak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://krapyak.org/?p=1889</guid>
		<description><![CDATA[“Cara dan semangat Almarhum KH Ali Maksum dalam mendidik santrinya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Cara dan semangat Almarhum KH Ali Maksum dalam mendidik santrinya itu sungguh luar biasa. Sebab, beliau sangat ingin agar santrinya jadi orang pintar,” </p>
<p>Demikian dikatakan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, dalam tausiyahnya acara haul ke-24 KH Ali Maksum di pelataran Asrama Sakan Thullab Pesantren Krapyak Yogyakarta, Rabu malam, 20 Maret 2013.</p>
<p>“Salah satu cara yang diterapkan Mbah Ali adalah metode yang saya sebut dengan metode paksaan. Maksudnya apa? Yaitu dengan mengutus santri senior untuk menggantikan beliau mengisi pengajian, dan pada saat itulah Mbah Ali memaksa santri-santri tersebut untuk mengajarkan kitab yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya,” lanjut Kiai Asyhari. </p>
<p>“Coba kita bayangkan. Seorang santri yang belum pernah belajar kitab Nashoihul ‘Ibad, misalnya, tiba-tiba ditugaskan untuk mengajarkan kitab tersebut, apa yang akan terjadi? “ tanya Kiai Asyhari disambut senyum simpul para jama’ah. </p>
<p>Kiai Asyhari pun kemudian melanjutkan bahwa sebagai seorang santri yang juga pernah mengalami sendiri hal sedemikian, metode paksaan KH Ali Maksum itu mengharuskan dirinya untuk harus selalu mampir ke kamar beliau untuk menanyakan kandungan kitab yang belum dipahami.</p>
<p>Ia menuturkan dulu pernah disuruh mengisi pengajian menggantikan Kiai Ali di sebuah pesantren besar di Jawa Timur. Karena menjadi penceramah badal-nya Kiai Ali, ia pun sudah dikawal Banser di usia yang cukup muda. Sebelum berangkat, ia sudah mempersiapkan catatan meminta kesediaan Mbah Ali untuk men-tashhihnya. Tapi ia malah diminta merekam pengajian yang disampaikan di sana. Dan demikianlah, ia pun pulang dengan membawa oleh-oleh rekaman kaset pengajian. </p>
<p>“Ternyata, setelah saya haturkan kepada beliau, kaset rekaman itu lantas disetel tiap pagi di corong (pengeras suara—red.) milik pondok yang ada di ndalem beliau&#8221;.</p>
<p>sumber: http://www.nu.or.id</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://krapyak.org/2013/03/26/membangun-sikap-kritis-santri-ala-kh-ali-maksum/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
