Rayakan Hari Santri Nasional, Pesantren Krapyak Gelar Mujahadah dan Pentas Prestasi Santri

Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta menyelenggarakan Tasyakuran dan Mujahadah bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ke-3 di lapangan Aliyah Selatan pada senin, (22/10) lalu.

Sejak pagi, ribuan santri sudah memadati halaman Madrasah Aliyah Ali Maksum, acara ini dihadiri oleh segenap santri Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Guru, Pembimbing dan Segenap Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum yang seluruhnya diperkirakan mencapai 1700-an Civitas Akademika Pesantren Krapyak.

Dalam memeriahkan acara tersebut, para santri menampilkan beberapa pertunjukan kreativitas seni, hiburan dan beragam prestasi santri. Diantaranya, Shalawat jawi, Kesenian Hadrah El Hinds, Sanggar Sunan, Qosidah, Pidato Bahasa Inggris dan Arab. Para santri juga dihibur dengan penampilan Stand Up Comedy, Sulap dan Tari Saman.

“Pada bulan ini, santri madrasah Tsanawiyah dan madrasah Aliyah Ali Maksum berhasil meraih kejuaraan umum di Pospeda(Pekan Olimpiade Seni Daerah) Kabupaten Bantul. Dengan perolehan 31 emas, 11 perak dan 5 perunggu. Kita tampilkan para juara kita, dengan harapan, para pengasuh, guru dan santri bisa menyaksikan dan mengapresiasi penampilan para juara, sekaligus semakin melatih mental mereka di depan public. “Diluar sana masih banyak yang meremehkan kontribusi santri. Kita harus membuktikan bahwa santri Krapyak khususnya, bisa berekspresi dan berprestasi di berbagai cabang lomba hingga tingkat Nasional”, Jelas Bp.Rosyid selaku koordinator acara.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Perayaan Hari Santri Nasional di Pesantren Krapyak tidak diperingati dengan upacara, melainkan dengan Mujahadah yang dipimpin langsung oleh KH. Afif Muhammad, MA, ketua Yayasan Ali Maksum. KH Afif Muhammad, dalam sambutannya berharap, disela sela mujahadah kita bisa merenungkan, bahwa kita sebagai santri harus penuh dengan harapan-harapan ke depan. ” Kita mesti bersyukur menjadi santri. Pengasuh para Ustadz, meskipun tidak ada hari nasionalnya, mereka pada hakikatnya juga adalah santri. Para guru berbesar hati tidak disebut, karena mereka ini memang para pahlawan tanpa tanda jasa” jelas beliau.

Bapak Sholeham selaku Ketua Panitia acara, saat diwawancarai menambahkan, “Mujahadah itu sendiri sudah merupakan rutinitas dan tradisi dalam pesantren. Harapannya, dengan kegiatan seperti ini, para santri diharapkan memiliki karakter yang lebih religius”

Mujahadah ini juga sesuai dengan salah satu hadits Rasulullah yang menjelaskan bahwa segala sesuatu itu ada pembersihnya, dan pembersih hati ialah dzikir. “Dengan motto ini kita mengawali perayaan Hari Santri Nasional dengan Mujahadah dan Dzikir sebagai salah satu media untuk meneguhkan kembali karakter santri”, tegas Ketua Panitia Acara ketika diwawancari tim media.

Pada kesempatan kali ini segenap pengasuh, guru, santri dan pembimbing yang biasanya melakukan Mujahadah masing masing, berkumpul bersama melantuntkan dzikir dilapangan dengan harapan mendoakan para santri agar sukses dunia akhirat.

Selain menjalin silaturahmi antar pengasuh, guru dan para santri momentum ini juga untuk membuktikan bahwa santri juga bisa berprestasi, menjadi generasi muda harapan bangsa. Terbukti, banyaknya kiprah dan prestasi santri dan alumnus Pesantren Krapyak di berbagai bidang pengabdian di masyarakat. (Reportase Zulfa dan Arifah)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid