Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim: Kita Harus Lebih Aktif dan Terus Belajar tentang Hal Baru di Sekeliling Kita

www.krapyak.org_Pesantren Krapyak mendapat kehormatan dengan hadirnya Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim, salah seorang ulama dari Universitas Al-Azhar Mesir yang hadir dalam kegiatan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Pesantren Krapyak Yogyakarta pada kamis, 11 Oktober 2018 lalu. Bertemakan “Pesantren, Women Ulama, and Social Transformation: Challenges and Prospects”, ulama dari Universitas Al-Azhar Mesir yaitu Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim mengatakan bahwa di zaman ini, Islam memiliki banyak tantangan, baik yang muncul dari luar Islam maupun dari dalamnya. Diantara tantangan yang bersifat internal itu menurunya antara lain adalah isu mengenai terorisme, Kekeliruan pemikiran tentang Islam, degradasi Moral.

“Banyak orang yang ketakutan kepada agama Islam (Islamophobia) karena pada realitanya banyak dari kelompok ini (teroris) yang membawa nama Islam dalam setiap kegiatannya yang meresahkan masyarakat. Dengan dalih mengegakkan agama Islam dan membasmi kekufuran di masyarakat, mereka membunuh sesama manusia dan merusak fasilitas sekitar.” Ungkap Syaikh Ghanim.

Problem kaum muslimin yang memiliki pemikiran dan gerakan yang ekstrim dan merasa benar sendiri, menyalahkan saudara muslimnya yang berbeda pendapat dan tidak memiliki sikap toleransi menurut beliau adalah tantangan yang harus diselesaikan Islam , disamping dekadensi akhlak di kalangan kaum muslim terutama para remaja yang menjadi tantangan Islam di zaman sekarang ini.

“Sekarang ini para generasi muda mulai dijauhkan dari pelajaran agama yang menjadi dasar bagi para remaja untuk kehidupan di dunia ini, lalu mereka didekatkan dengan pergaulan yang mana mengahalalkan semua yang diharamkan oleh syariat Islam. Dekadensi akhlak di kalangan kaum muslim terutama para remaja yang menjadi tantangan Islam di zaman sekarang ini” jelas Syaikh Ghanim.

Lebih jauh menurut Syaikh Ghanim, Islam juga memiliki tantangan eksternal yang juga mesti dihadapi umat Islam, yaitu: Ketakutan negara barat kepada Islam (islamophobia) dan tantangan globalisasi. Menurut beliau, dalam sejarah peradaban dunia, ada tiga kubu aliran yang berkembang di dunia yaitu, Kapitalis, Sosialis, dan Islam. Ketika kapitalis dan sosialis berperang demi tegaknya kepercayaan yang mereka anut, lalu kaum kapitalis merangkul Islam untuk melawan kaum sosialis. Ketika peperangan tersebut kaum kapitalis yang di bantu oleh Islam menang atas kaum sosialis yang dimotori oleh negara Uni Soviet. Ketika kaum kapitalis di bantu Islam itu menang, mereka merasa bahwa kaum Islam dalam perkembangannya adalah penghalang bagi mereka untuk memperluas kekuasaan, sehingga menurutnya Islam adalah ancaman yang harus dihancurkan juga, oleh karena itu mereka membuat isu-isu negatif tentang Islam dan salah satunya adalah membuat istilah teroris dan mengkordinir gerakannya untuk menghancurkan dunia dengan mengatasnamakan Islam.

Terkait globalisasi, cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di seluruh dunia ini menuntut kita untuk lebih aktif dan mau terus belajar tentang hal baru yang terjadi di sekeliling kita. Ketika IPTEK berkembang sangat pesat, muncul persepsi dari orang diluar Islam bahwa Islam adalah agama yang tidak menerima perkembangan IPTEK, yang terlalu kaku pada hukum syariat, padahal realitanya adalah Islam mau menerima perkembangan zaman dengan syarat tidak melanggar syariat Islam yang berlaku.

Selain menghadirkan Syaikh Bilal Mahmud Afifi Ghanim sebagai narasumber Muktamar Pemikiran Santri Nusantara di Pesantren Krapyak, acara tersebut juga menghadirkan Dr. Syaikh Salim Alwan Al-Husainy (Darul Fatwa Australia), Marrik Ballen (Direktur Offisial Universitas Leiden), KH Afifudin Muhajir (Mahad Aly Ibrahimy/Majlis Masyayikh Asisoasi Ma’had Aly Indonesia), Dr.KH. Malik Madani (Majelis Masyayikh PD Pontren), KH. Husain Muhammad (Majelis Masyayikh PD Pontren), Prof. Dr. Amin Abdullah, MA, Prof. Dr. KH. Amal Fathullah, Dr. Shahiron Syamsuddin, Dra. Hj. Badriyah Fayumi (Mahasina Institut), dan Nyai Hj . Hindun Anisah.

Acara berlangsung secara meriah diikuti oleh peserta muktamar, seluruh entitas santri Krapyak dan masyarakat luas. sehari sebelumnya, pada rabu (10/10/2018), berlangsung kirab santri dan pembukaan seluruh rangkaian acara secara resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, H. Lukman Hakim Saifuddin, dilanjutkan dengan malam kebudayaan di panggung krapyak. (has)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid