Rihlah Ilmiah ‘Ubudiyah Asrama Tahfidh Hindun Anisah: dari Silaturrahim, Wejangan Qur’an hingga Have Fun

Bantul, krapyak.org. Kamis, 04/05/2017 lalu, komplek Tahfidz Putri Hindun Anisah, Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Makusm mengadakan rihlah ilmiyah dan silaturrahim menuju kota Bandung. Kegiatan ini diikuti oleh 45 santriwati Komplek Hindun Anisah beserta pengasuh, Ibu Ny. Hj. Durroh Nafisah.

Menarikny, sebagaiamana Pondok Qur’an, bahkan untuk aktivitas dengan nuansa ‘have fun’ pun, tidak lepas dari keakraban dengan Qur’an. Kegiatan rihlah ini dimulai dengan muqoddaman al qur’an 30 juz di dalam bus. Seluruh santri mendapat bagian membaca satu jus dan dibaca bersama sama kemudian membaca doa khataman.

“Sima’an ini sudah menjadi tradisi kami dalam setiap kegiatan yang kami adakan. Seperti piknik, jalan jalan. Biasanya dilakukan secara berkelompok sesuai perolehan juz masing-masing. Ini merupakan ikhtiar kami agar mendapat keberkahan dan dimudahkan urusannya dalam perjalan” ujar sarah, santri yang memimpin muqoddaman tersebut.

“Tujuan dari rihlah ini adalah untuk menyambung tali silaturahim dengan alumni ataupun dengan kiai-kiai pondok pesentren. Meminta barokah doa. kita juga bisa bertafakkur atas ciptaan Allah dalam perjalanan. selain itu kegiatan ini untuk mengisi energi kembali setelah disibukkan dengan berbagai aktifitas” jelas Isna Latifa selaku ketua panitia rihlah tahun ini.

Silaturrahim pertama para santri mengunjungi Pondok Pesantren Walindo Manbaul Falah Siti Zainab Pekalongan yang diasuh oleh Bapak K.H Ahmad Alfardani dan Ibu Ny Hj Siti Mahmudah. “kami disambut dengan istimewa, meski kedatangan kami sekitar pukul 00.30 pagi. Kami sangat terenyuh dengan sambutan yang luar biasa ini. Semoga silaturrahim bisa terus terjalin”, kata laili usria, salah satu peserta rihlah.
Selanjutnya, para santri kemudian menuju bandung untuk menikmati wahana-wahana permainan di Trans Studio Bandung. Para santri juga mengunjungi Wisata Alam Farm House di Lembang Bandung pada hari kedua. “kami sangat senang bisa mengunjungi tempat yang baru. Kami juga tidak lupa berfoto-foto di sana” ujar ana yang mengaku baru pertama kali ke bandung.Sepulang dari trans studio.

Wejangan Nyai Nafisah Ali tentang Qur’an

Saat di Bandung, Para santri berkesempatan mengunjungi Pondok Pesantren Daarut Tauhid Bandung dan menginap disana. Paginya, santri mengikuti proses penyambutan yang dihadiri Oleh K.H Abdullah Gymnasytiar dan Teh Nini Muthmainnah. Pengasuh Komplek Hindun Anisah, Nyai. Hj. Nafisah Ali Maksum juga ikut serta menjadi pembicara dalam penyambutan tersebut. “saya merasa senang bisa menjalin silaturrahim dengan PP. Daarut Tauhid Bandung, semoga kunjungan ini bisa mempererat tali persaudaraan antara kita” terang Ibu Nyai Nafisah dalam sambutannya.

Dihadapan santriwati PP. Daarut Tauhid dan santriwati Komplek Hindun Anisah beliau menekankan agar para santri fokus untuk menomorsatukan al-Qur’an. “Quran itu harus jadi nomer satu. Kalau kita tidak menjadi nomersatu maka quran juga tidak akan menomorsatukan kita. Jika ditinggal sibuk dengan berbagai kegiatan, maka quran juga akan meninggalkan kita” nasihat beliau.
Untuk menghadapi tantangan zaman seperti maraknya gadget, ibunda nafis juga berpesan santri harus pintar pintar membagi waktu. Santri juga harus berkomitmen pada diri sendiri, jika belum menyelesaikan target hafalan, jangan dulu memegang gadget. Diakhir acara para santri berkesempatan berfoto bersama dengan Teh Nini Muthmainnah.

Sebelum perjalanan kembali ke yogyakarta, para santri mampir ke cihampelas untuk membeli souvenir khas bandung dan beberapa oleh oleh untuk kerabat. “kami sangat menikmati perjalanan wisata selama tiga hari ini. Mengunjungi berbagai pondok pesantren juga membuat kita tahu bagaimana aktivitas mereka juga belajar ilmu baru dari mereka. Seperti slogan, visi misi pondok dan keunggulan mereka. Semoga bisa ditiru yang baik baik, dan diterapkan di komplek hindun” jelas usria.(zulfa)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid