Gelar Diskusi Pesantren dan Bedah Novel ‘Layla’, Pondok Krapyak Hadirkan Nadirsah Hosen-Candra Malik

Istilah ‘jago kandang’ yang dikenal dengan hanya berani atau unggul di lingkungannya sendiri, jelas tak tepat untuk disematkan kepada seorang Nadirsyah Hosen. Pasalnya, ia berani mencatatkan sejarah baru dengan menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi dosen hukum di Australia.

Peraih dua gelar doktor (PhD in Law dari Universitas Wollongong dan PhD in Islamic law dari National University of Singapore) ini telah melahirkan lebih dari 20 artikel di jurnal internasional seperti Nordic Journal of International Law, Asia Pacific Law Review, Australian Journal of Asian Law .
Disamping itu, Nadirsyah Hosen adalah seorang kiai dari organisasi Islam terbesar di Indonesia: Nahdlatul Ulama (NU). Sejak tahun 2005, ia dipercaya sebagai Ra’is Syuriah, pengurus cabang istimewa NU di Australia dan Selandia Baru. Gus nadir begitu sapaan akrabnya banyak menulis pandangan-pandangannya yang kritis terhadap Syariat Islam dan pelaksanaannya di Indonesia. Tulisan dan pemikiran beliau dapat diakses di nadirhosen.net.

Minggu, 7 Mei 2017 beliau akan hadir di Indonesia, Yayasan Ali Maskum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta berkesempatan menghadirkan beliau untuk berbagi ilmunya dalam diskusi tentang pesantren dan bedah buku ‘Layla’ karya Candra Malik. Acara direncanakan akand ilangsungkan pada pukul 19.00 hingga selesai. Selain bedah buku, acara ini juga akan melangsungkan diskusi mengenai pesantren, selain dua nama diatas, diantaranya turut dijadwalkan Prof. Purwo Santoso (Rektor UNU Yogya/Guru Besar Pisipol UGM) dan beberapa penggiat lesbumi dan inteletual NU lainnya.

Kegiatan Ini terbuka untuk umum. Yuk monggo daftar di :
Nama_ Institusi_No Hp
☎Kirim ke Norie 082322190814/Hilmi 082227399987 (WA)

Supproting offficial:
www.krapyak.org.
IG: komplek.hindunanisah, gedungputihkrapyak, sakanthullab.krapyak, komplek_h_krapyak, alasantri, krapyakchannel

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid