Santri Krapyak Harumkan DIY di Pospenas Banten

d0341054-6311-4166-a8be-2a8233c8dee0

Krapyak, Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum berhasil membuktikan diri menjadi Pondok yang mampu mengantarkan santri-santrinya kepuncka prestasi di bidang apapun. Terbukti, helatan Pospenas (Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional) yang digelar di Banten ini, menjadi ajang pembuktian kerja keras santri Krapyak yang memang mempersiapkan diri sebaik-baiknya di ajang bergengsi antar Pondok Pesantren ini. Tercatat, ada 22 atlit santri Krapyak yang berlaga bergabung bersama wakil Jogja lainnya. Mereka berangkat berupaya mengharumkan nama baik DIY dari tanggal 23 hingga 28 Oktober.

b1a90a8e-b71d-4054-8bf6-f7dafad7c605Hasilnya memuaskan, dari 8 emas, 10 perak dan 12 perunggu, santri Krapyak menyumbangkan 3 emas, 1 perak dan 3 perunggu untuk Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Pekan Olahraga dan Seni antar Pondok Pesantren Nasional (POSPENAS) 2016 yg berlangsung di Banten. Mereka masing-masing adalah Kanza La Vierra (medali emas, Cabang Pidato Bahasa Arab Putri); Ahmad Fauzan (medali emas, Cabang Pencak Silat Kelas G putra), Zulfah Rofi’ah (medali emas, Pencak Silat Kelas C Putri); Luluk Faridah (medali perak, Pencak Silat Kelas D Putri), Muhammad Hatami (medali perunggu, Pencak Silat C Putra); Fahruril Ihsan (medali perunggu, Cabang Kaligrafi Lukis Islami) dan Ulil Albab (bersama santri kontingen DIY lain meraih medali perunggu, Cabang Tenis Meja Beregu Putra). Di antara peserta DIY Dicky Rezki dan Yafi Alfita, meskipun berhasil masuk final 6 besar, keduanya hanya mendapatkan juara harapan I Pidato Bahasa Inggris Putra-Putri. Semua, tentu berkat dukungan berbagai pihak untuk kontingen, para pelatih, para pembina dan para guru. DIY sampai peroleha terakhir, menduduki posisi 6 dari 32 Provinsi yang berlaga.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid