Wakili Bantul Di MTQ DIY, Kontingen Krapyak Raih Prestasi

P1010755Para santri Krapyak berhasil meraih prestasi dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Musabaqah yang diadakan di halaman Masjid Al-Ikhlas, Wonosari, Gunungkidul pada Jumat hingga Ahad (22-24/4) tersebut diikuti oleh ratusan kontingen dari lima kabupaten/kota di DIY.

Kabupaten Bantul sendiri mampu menjadi juara umum. Di antara para kontingen yang mewakili Bantul adalah para santri Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum yang berhasil menyabet sejumlah gelar juara pada beberapa cabang.

Pada cabang Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), tim kontingen Krapyak yang terdiri atas Azmi Nidaurrahmah, Anggi Mukhairoh Abdu, dan Jahdan Jauda Zain berhasil menempati posisi ketiga. Sementara itu pada cabang Musabaqah Fahmil Quran (MFQ), tim kontingen Krapyak yang terdiri atas Nur Azka Inayatussahara, Melinda Wahidriyani, dan Izzatullaili Kholida mampu menyabet gelar juara pertama. Yang lebih mencengangkan lagi dari cabang MFQ ini, tim kontingen Krapyak yang mewakili Bantul mampu memperoleh nilai 3250, unggul telak atas wakil Sleman yang mendapat juara kedua dengan nilai 1400.

Pada cabang Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ) 30 juz, nama Silviana Wardatil Munawaroh ditetapkan oleh dewan juri sebagai juara pertama. Sementara itu pada cabang Musabaqah Tafsir dengan Bahasa Inggris, giliran Mudrikah yang mengharumkan nama Pondok Pesantren Krapyak dengan menyabet gelar juara pertama. Tidak mau kalah dengan rekan sepesantrennya di Krapyak, Lailiya Muyasaroh juga turut menjadi kebanggaan dengan meraih juara pertama pada cabang Musabaqah Tafsir dengan Bahasa Indonesia.

Para kontingen Krapyak mengaku senang ketika diumumkan menjadi juara. “Saya merasa senang atas pencapaian ini. Buat saya, ini adalah awal. Nanti harus lebih baik lagi di tingkat nasional.” ujar Lailiya yang memenangkan Musabaqah Tafsir tersebut. “Kami patut berterima kasih kepada Dr. Hilmy Muhammad, MA., yang telah rela meluangkan waktunya untuk melatih kami guna tampil di ajang ini.” tambahnya.

Sementara itu, H. Abdul Rosyid yang menjadi salah satu pelatih para kontingen dari Krapyak, pun merasa bangga dengan perolehan para peserta didiknya. “Tidak sia-sia kita mempersiapkan semua ini. Prestasi ini adalah ganjaran dari apa yang telah kita perjuangkan.” tutur Pak Rosyid, sapaan akrabnya.

Musabaqah tersebut merupakan lanjutan dari musabaqah sebelumnya yang diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota pada Oktober 2015 lalu. Para juara pada tingkat wilayah ini pun akan bertarung di tingkat nasional yang dijadwalkan terselenggara pada akhir Juli hingga awal Agustus mendatang di Lombok, Nusa Tenggara Barat. (sb)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid