Peringati Hari Guru Nasional, Guru-Guru MA Ali Maksum Adakan Upacara Bendera

Guru-guru MA Ali Maksum melakukan upaca bendera untuk memperingati hari guru nasional (25/11). Upacara yang diselenggarakan di halaman Masjid Al-Munawwir, Krapyak, mulai pukul 07.30 WIB tersebut berjalan khidmat. Tidak hanya para guru, siswa-siswi MA Ali Maksum juga turut menjadi peserta upacara.

Menariknya, seluruh petugas upacara, mulai dari pemimpin upacara hingga paduan suara, adalah para guru dan karyawan MA Ali Maksum. Upacara pun berlangsung baik dan kompak. Yang tampak dari upacara tersebut adalah rasa kebersamaan dan kekompakan para guru sehingga upacara tersebut berjalan lancar dan baik.

Hal itu sebagaimana yang dikatakan Ridwanul Mustofa, S.Pd.I., M.S.I. Guru Mata Pelajaran Akidah Akhlak yang merangkap sebagai Waka Pengajaran MA Ali Maksum tersebut mengatakan, “Dengan penyelenggaraan upacara bendera untuk memperingati hari guru nasional tersebut diharapkan para guru turut menghangatkan kekerabatan karena petugas upacara semua dilakukan oleh pihak guru.”

Kepala MA Ali Maksum, Dr. Hilmy Muhammad, MA, yang menjadi pembina upacara memberikan amanat singkat tetapi mendalam. Secara garis besar, isi dari amanat tersebut adalah mengajak para guru untuk menjadi pribadi yang berwibawa di mata siswa dan mampu mencitrakan diri dengan falsafah digugu lan ditiru.

“Agar digugu, guru harus memiliki wibawa, yang hal itu hanya bisa diperoleh apabila, satu, ia berisi dan bermutu atau memiliki kemampuan dan pengetahuan, dan dua, ia mampu menyampaikan materi pelajarannya dengan cara yang mudah dipahami. Guru juga merupakan figur panutan yang patut ditiru, dalam arti diteladani dan diidolakan. Agar dapat dijadikan panutan dan idola, guru haruslah mampu menginspirasi,” amanat pembina upacara.

Tidak hanya menyentuh para guru, pembina upacara juga menyampaikan perihal penghormatan terhadap guru sebagai bahan refleksi bagi para siswa dan santri MA Ali Maksum, Pondok Pesantren Krapyak. “Mari kita jadikan peringatan hari guru ini sebagai refleksi bagaimana perilaku dan perlakuan kita terhadap guru. Sudah benarkah cara kita berbicara, bertanya, menyapa bapak-ibu guru? Sudah patutkah perghormatan kita terhadap mereka yang merupakan para pahlawan tanpa tanda jasa?”

Upacara tersebut diakhiri pada pukul 09.00. Tidak langsung bubar, para santri mengadakan gerakan kebersihan. Mereka membawa puluhan kantong plastik untuk memunguti sampah sehingga lingkungan bersih. (sb)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid