Pondok Krapyak Juara Umum MQK se-Kabupaten Bantul

Alhamdulillah, Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta dapat mempertahankan trophi juara umum Musabaqoh Qiroatil Kutub Tingkat Kabupaten yg diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) Kabupaten Bantul di Pondok Pesantren al-Imdad, Kauman Wijirejo Pandak Bantul. Dari sebelas cabang yg dipertandingkan untuk tingkat putra-putri, Krapyak berhasil meraih 13 emas, 6 perak dan 7 perunggu. Tercata, tak kurang 17 Pondok Pesantren se-Kabupaten Bantul yang ikut dalam ajang yang dilaksanakan pada aad, 16 November 2014.

Hasil menggembirakan ini, semakin mengokohkan dominasi santri-santri Yayasan Ali Maksum dalam perlombaan Musabaqoh Qiroatil Kutub (MQK) tingkat Kabupaten Bantul. MQK menjadi ajang rutin untuk menggali potensi-potensi para santri dalam kebolehannya membaca kitab gundul (kitab kuning). Diselenggarakan di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional. MQK Nasional terakhir, dilaksanakan di Provinsi Jambi. Kitab Kuning adalah istilah untuk kitab literatur dan referensi Islam dalam bahasa Arab klasik meliputi berbagai bidang studi Islam seperti Quran, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Fiqih, Tauhid, ilmu lughah termasuk, Tarikh atau sejarah Islam, Akhlak, dan ilmu-ilmu apa pun yang ditulis dalam Bahasa Arab oleh para ulama dan intelektual muslim klasik.

Mahin Muqoddam, Panitia Suksesi MQK Yayasan Ali Maksum menyampaikan syukur dan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dan memberikan dukungan. Terutama kepada para pengasuh dan pelatih.
“semua tentor, menunjukkan semangat dan anak-anak juga sangat sungguh-sungguh saat latihan. Mungkin ini salah satu kunci sukses kami, padahal waktu latihan dan pelaksanaan sangat mepet sekali. ” ujar Mahin saat diinterview krapyak.og.

Hasil kejuaraan selengkapnya sebagai berikut: Kitab Fathul-Mu’in, putra: Ahmad Hakiki (juara I), Hamid Hodir (juara II), putri: Husniatul Jauhariyah (juara I), Hamidatul Hasanah (juara II); kitab Syarh Alfiyah Ibnu ‘Aqil, putra: Ahmad Zuhdi (juara I), Azuma Muhammad (juara II); kitab Tafsir al-Jalalayn, putra: Amyaz Bil Aufaq (juara I), M. Nur Syahrus Sya’bana (juara III), putri: Endah Istiana (juara I); kitab Nasha`ihul-Ibad, putra: Ahmad Shofari Utsman (juara I), Sir Aujal Huda Tazayyan (juara III), putri: Syurga Nadiyya (juara I); kitab Fathul-Qarib al-Mujib, putra: Athraf Husein (juara I); kitab Ta’limul-Muta’allim, putra: Mufid Rozi (juara I), M. Arief Arafat (juara III), putri: Reza Fitri Kamalia (juara I), Luluk Farida (juara III); kitab Matn Taqrib, putra: Rifqi (juara III), putri: Rizki Fadhilah (juara II); kitab Matn al-Ajurumiyyah, putra: Abdurrahman ad-Dakhil (juara 3), putri: Taqiyya Banafsaj (juara 2); kitab al-Akhlaq Lil-Banin: Muhammad Fajrul Rahman (juara I), Muhammad Sidqon Siroj (juara III); kitab al-Akhlaq lil Banat: Nilna Fawziyya (juara II); kitab Safinatun-Najat, putra: Fata (juara I) dan putri: Faridah (juara I).

Para pelatih: Kuni Sholihah (Safinah), Ayun Aniqo (Akhlak lil Banat), Ibnu Hajar (Akhlak lil Banin), Ihsan Asy’ari (Matan jurumiyah), Mahin Muqoddam (Matan Taqrib), Arinal Husna (Fathul Qorib), Ridwan (Ta’limul Muta’allim), Siti Jubaidah (Nshaihul ‘Ibad), Nurul Fatah (Fathul Mu’in), Pak Hilmy M (Syarah Ibnu Aqil dan Tafsir Jalalayn).

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid