15 Santri Krapyak Wakili DIY dalam Ajang MQK Nasional

15 santri Krapyak dipastikan mewakili Provinsi bersama kontingen santri lain dari berbagai Pondok di wilayah D.I Yogyakarta dalam Ajang MQK (Musabaqoh Qiroatil Kutub) Nasional ke-V di Jambi. MQK Kelima yang rencananya digelar di Ponpes As`ad Olak Kemang Danau Teluk Jambi, Provinsi Jambi 1- 9 September itu menjadi ajang menggali potensi-potensi para santri dalam kebolehannya membaca kitab gundul (kitab kuning). Kitab Kuning adalah istilah untuk kitab literatur dan referensi Islam dalam bahasa Arab klasik meliputi berbagai bidang studi Islam seperti Quran, Tafsir, Ilmu Tafsir, Hadits, Ilmu Hadits, Fiqih, Tauhid, ilmu lughah termasuk, Tarikh atau sejarah Islam, Akhlak, dan ilmu-ilmu apa pun yang ditulis dalam Bahasa Arab oleh para ulama dan intelektual muslim klasik.

Ke-15 santri tersebut adalah: Kategori Kitab antara lain, Afra Khikmatul Maulida (Fiqih Ula), Nur Azka Inayatussahara (Hadits Wustha), Ayyun Aniqo Rizkiyana (Tarikh Ulya), Sofwatun Nada (Hadis Ulya), Hamidatul hasanah (Balaghah Ulya), M Ikhlasul Amal (Akhlaq Ula), M. Arief Arafat (Fiqih Wustha), M. Arief Arafat (Fiqih Wustho), M. Nursyahrus Sya’bana (Hadis Wustha), M. Luqman Chakim (Fiqih Ulya), Ibnu Hajar ASqolani (Tarikh Ulya), dan A Rikza Aufarul Umam (ushul Fiqih Ulya). Sementara Khouirunnisa Inda Safigri, Malikhatul Farida dan Surga Nadia berlaga di cabang debat bahasa Arab.

Sebelum keberangkatan, Ke-13 duta santri Krapyak dan ofisial berkesempatan untuk sowan-memohon doa restu kepada para Pengasuh. Bu Nafisah Ali saat ditemui berpesan kepada semua santri yang akan berlomba untuk belajar dengan keras dan tampil dengan total.

“Penampilan yang total dan maksimal adalah bukti ikhtiar yang cukup.” Lanjut Beliau.

Dukungan serupa juga disampaikan oleh KH. Jirjis Ali, Nyai. Hj. Hanifah Ali, KH. Nilzam Yahya dan KH. Afif Muhammad saat ditemui di kediaman mereka masing-masing. Mereka dilepas secara sederhana dengan sambutan dan do’a dari KH. Afif Muhammad selaku Ketua Yayasan Ali Maksum. Selanjutnya, mereka menuju Asrama haji untuk pembekalan oleh Kemenag Provinsi, berkumpul bersama kontingen lain, untuk berangkat mengukir prestasi di ajang bergensi tersebut. Bersaing dan menjadi terbaik bersama kontingen terbaik dari 33 Provinsi yang ada di tanah Air.
Selain perlombaan kitab kuning, acara yang berlangsung selama lebih kurang sembilan hari tersebut memiliki empat agenda, yaitu: pertama, Musyawarah Besar MQK; kedua, Konvensi Nasional Pengembangan Pendidikan Pesantren (National convence on pesantren education development).

Konvensi nasional tersebut akan diselenggarakan dalam tiga kegiatan: (1) Seminar/kajian-kajian ilmiah tentang pesantren; (2) Halaqah Pimpinan Pesantren, (3) Expose hasil penelitian tentang pesantren, dan (4) Bedah buku tentang pesantren.

Agenda strategis MQK V yang ketiga, Pameran dan Bazar Khazanah Pengetahuan, Seni dan Budaya, serta Produk Pondok Pesantren. Adapun agenda yang keempat, Panggung Apresiasi Seni Pondok Pesantren

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid