Raih Doktor, Santri Krapyak Ini Sandang Predikat Summa Cumlaude di Universitas al-Azhar

Santri Krapyak kembali menorehkan prestasi mengharumkan di dunia akademik. Kabar membanggakan itu datang dari bumi piramid, Mesir. Adalah Muhammad Saifuddin, mahasiswa Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Univ. Al-Azhar Kairo, berhasil meraih gelar doktoralnya di universitas terkemuka, al-Azhar.

Dengan bekal disertasi berjudul: Kitab Al-Qur’an : Nazhmuhu wa Ta’alimuhu wa Syahadatuhu Lil Kutub Al-Muqaddasah Lil Mustasyriq William Muir, (Dirasah Naqdiyyah)“, Muhammad Saifuddin memaparkan karya tulis ilmiahnya di hadapan Prof. Dr. Muhammad Salim Abu Ashi dan Prof. Dr. Ali Hasan Sulaiman, yang keduanya merupakan Guru Besar Tafsir dan Ilmu Al-Qur’an Universitas Al-Azhar Kairo, dalam sidang uji disertasi pada selasa (6/5) lalu.

Selama kurang lebih tiga jam mempresentasikan disertasinya, Prof. Dr. Bakr Zaky Ibrahim Awadh, Dekan Fakultas Ushuluddin mengumumkan bahwa mahasiswa asal Jepara, Jawa Tengah itu mendapatkan predikat Summa Cumlaude.

Sebuah torehan prestasi yang sangat membanggakan. Mengingat Doktor yang pernah ‘nyantri’ dan menghafal Qur’an di Krapyak ini, memulai jenjang pendidikan akademiknya di negeri para nabi Mesir itu, dalam jenjang Master atau Strata 2 sekitar tahun 1999-an, sebelumnya jenjang strata satu atau pendidikan sarjana di tempuhnya di Tafsir Hadits Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Kalijaga.

Di Pondok Krapyak sendiri, Muhammad Syaifuddin menempuh pendidikan Madrasah Aliyah (MA), kemudian diberi kesempatan untuk mengabdi dan mengajar di almamaternya tersebut, hingga terbuka kesempatan pendaftaran studi S2 di Timur Tengah ketika itu. Berbekal S1 di universitas dalam negeri, kendala bahasa, iklim keilmuan al-Azhar dengan segala adaptasi yang dilakukan, nyatanya tidak membuat capaian studi ini biasa-biasa saja atau terhambat. Yang terjadi justru sebaliknya, studi S2 dan saat ini S3 ditempuhnya dengan sangat memuaskan. Studi S2 di Mesir berjalan sangat mulus. Mayoritas mahasiswa jenjang master di Universitas al-Azhar waktu tempuh studinya sekitar 4-5 tahun, Muhammad Syaifuddin berhasil merampungkan studi S2-nya kurang dari itu.

Saat ini, sosok yang akrab disapa oleh Pak Syai oleh santri Krapyak yang lain ini menghabiskan hari-harinya bersama istri menempuh pendidikan selama studi di sebuah daerah bernama Masaakin, Qatameya, New Cairo. Alumnus Krapyak yang juga diamanahi sebagai Rois Syuriah Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama (PCI NU) Mesir ini memang dianggap sebagai sesepuh Krapyak. Di tempat tinggalnya, seringkali dijadikan tempat berkumpul dan silaturrahim para mahasiswa Indonesia, salah satunya saat peringatan haul KH. Muhammad Munawwir dan KH. Ali Maksum.

Torehan prestasi akademik yang membanggakan ini, tentu diperoleh dengan semangat yang kuat. Capaian keilmuan alumnus Krapyak ini membuktikan bahwa santri Krapyak, siapapun dia, selama bersungguh-sungguh da memiliki kemauan keras, mampu “menaklukan” universitas-universitas terhebat kaliber dunia sekalipun. Jauh dari dekapan tanah air,Muhammad Syaifuddin, telah menempuh dan membuktikanya.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid