Gus Mus: Pak Ali itu Sosok yang Sangat Manusiawi dan Mengerti Santri”

Dalam pandangan KH. Mushtofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus, Rais Am Nahdlatul Ulama, Baginda Rasulullah adalah sosok yang manusiawi, sangat memanusiakan manusia. Kesan yang sama beliau tangkap dari sosok almaghfurlah KH. Ali Maksum dalam taushiah beliau pada haul ke-25 pada Senin, 10 Maret 2014 di Pesantren Krapyak.

“Pak Ali itu adalah sosok kebapakan, yang sangat mengerti manusia, ngewongke wong (memanusiakan manusia). Hanya di Krapyak, ada santri ndak punya uang, pinjam ke Kyainya.” Ujar beliau mengenang teladan sang Guru.

Pak Ali juga terkenal sangat dermawan. Semua yang beliau punya, halal hukumnya digunakan oleh santri
“semua barangku halal, asal tidak ketahuan” tutur Gus Mus menirukan ucapan KH. Ali Maksum ketika itu yang disambut gelak tawa hadirin.

Sosok-sosok seperti KH. Ali Maksum yang hari ini semakin langka ditemui. Beliau juga mengungkapkan keprihatinan atas wafatnya banyak ulama NU yang notabene adalah penjaga moral ummat.

“Kulo niku sakniki, mrihatinke NU, Mrihatinke pesantren, mrihatinke Kyai-kyai, mrihatinke gus Bik, mrihatinke awak kulo dhewe … mrihatinke Indonesia. Kulo niku mboten mrihatinke Kelud mbledos, Sinabung lan lintu-lintune… (Saya itu sekarang sedang prihatin terhadap NU, prihatin terhadap Pesantren, kyai-kyai, gus Bik, memprihatinkan diri saya sendiri… prihatin akan Indonesia. Saya tidak memprihatinkan Kelud meletus, Sinabung dan lain-lainnya…” ratap Gus Mus.

“Berturut-turut, Rais Aam Nahdlatul Ulama, KH. Sahal Mahfudh, KH Masduqi Mahfudh; Pengasuh Pesantren Annuqayah, KH. Waris Ilyas kapundut deneng (diambil oleh) Allah . Krapyak sendiri juga berturut-turut, kiai-kiainya dipanggil oleh Allah SWT, KH. Dalhar Munawwir, KH Warsun Munawwir dan KH Zainal Abidin Munawwir. Semoga hal ini bukan karena Allah SWT murka kepada kita. Pak Ali sedo sak ilmune, sak akhlake. Pak Dalhar, pak Warsun, Pak Zainal sedo sak ilmune, sak akhlake. Mbah Munawwir sedo sak ilmune, sak akhlake… sak kewaliane ” tambah Gus Mus yang diamini oleh jamaah yang tumpah ruah pada haul ke-25 KH. Ali Maksum tersebut.

Cerita lainnya, selama nyantri bersama kakaknya, KH. Kholil Bisri. Tidak sekalipun Gus Mus didukani (dimarahi) oleh KH. Ali Maksum, kecuali saat beliau memaksa al-maghfurlah untuk kerso (bersedia) menjadi Rais Am NU pada waktu itu.

“Beliau marah betul. Tidak pernah saya dimarahi kecuali waktu itu. Saya masih ingat betul bagaimana reaksi beliau. Kamu santriku atau bukan? Kok ikut-ikutan nyuruh aku jadi Rais Aam? Kamu pengen aku cepat mati? ” kenang Gus Mus tentang Mbah Ali Maksum.

Kiai –kiai seperti itu adalah Kiai yang berasal dari masyarakat. Diakui dan benar-benar dekat dengan masyarakat. Sosok seperti Pak Ali adalah Kiai yang mewakafkan dirinya, sepenuhnya untuk umat.

” Tidak seperti Kiai atau ustadz bikinan Pers atau Media itu. Sedikit saja pakai Soran sudah minta dipanggil Ustadz. Terkadang, sorbannya, pakainnya lebih bagus daripada sorban KH. Maimun Zubeir ujar Gus Mus.

Turut hadir dalam acara Haul KH. Ali Maksum yang ke-25 tersebut, selain dari kalangan keluarga besar Pondok Pesantren Krapyak, para santri dan alumni, hadir pula tokoh-tokoh NU, di antaranya adalah Pengasuh Pesantren Sarang Rembang yang juga Mustasyar PBNU KH. Maimoen Zubair, Wakil Ketua Umum PBNU KH. As’ad Said Ali yang didapuk menyampaikan sambutan pada acara tersebut, Ketua PBNU Prof Maksum Mahfudh, dan Rais Suriah PWNU DIY KH Asyari Abta.

Sebelum taushiah oleh Rais Aam dan juga alumnus Pondok Krapyak, KH. Mushtofa Bisri, acara diawali dengan mujahadah yang dipimpin oleh KH. Rashim al-Fatih, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh KH. Maimun Zubeir, dan doa oleh KH. Muhammad Parakan Temanggung, KH. Huda, Nyai Hj. Azizah Maksum Lasem.

Acara malam itu, merupakan acara puncak, sebelumnya sebagaimana biasanya, rangkaian acara dimulai dengan seaman Qur’an pada Ahad, 9 Maret 2014 di berbagai tempat: Pondok Putri, Pondok Putra dan Asrama Hindun. Adapun khataman sema’an Qur’an dilangsungkan pada senin, 10 Maret di Makam Masyayikh Krapyak di Dongkelan. (Redaksi/humaidiy as)

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid