Kunci Sukses Memondokkan Anak di Krapyak

 

 

 

Oleh: Hilmy Muhammad

 

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut tulisan berdasarkan pengalaman dan pengetahuan selama bertahun-tahun tentang beberapa kunci sukses dan pedoman bagi orangtua yang memondokkan putra-putrinya di Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta.

 

1.      Niat Ikhlas

Namanya juga ibadah, memondokkan anak ke pesantren juga harus dibarengi dengan niat ikhlas karena Allah. Niatkan dalam hati bahwa kita menginginkan anak belajar mendalami agama dan berakhlaq mulia. Sesudah itu nanti bagaimana jadinya anak itu serahkan semuanya kepada Allah. Insya Allah anak yang dipondokkan akan menjadi anak yang shalih dan shalihah serta hidupnya berkah. Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

مَنْ يُرِد اللهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّين

Siapa saja yang Allah menghendaki kebaikan ada padanya maka Allah akan memberi pengetahuan agama kepadanya

 

2.      Mendukung Peraturan Pesantren

Karena sudah niat, orangtua mestilah mempercayakan sepenuhnya pembinaan anak kepada kiai dan jajaran pembimbing pesantren. Ibarat menitipkan sepeda kepada tukang parkir, seseorang harus percaya bahwa tukang parkir itu mampu menjaga sepedanya. Peraturan yang ada di pesantren maupun di madrasah oleh karena itu mesti diketahui, didukung dan diikuti, tidak malah dilanggar dan digembosi.

 

3.      Berperan Aktif Dalam Pendidikan

Meskipun sudah menitipkan anak di pesantren, orangtua mestilah ikut berperan aktif memberikan bimbingan dan motivasi kepada anak-anaknya. Hal ini dilakukan dengan cara mengecek kondisi anak secara berkala, di samping kepada anak, juga kepada wali asrama di pesantren dan wali kelas di madrasah.

Apabila berkesempatan ke Yogyakarta, sempatkanlah mampir ke Krapyak dan menanyakan kondisi anak langsung kepada para pembimbing dan para pengasuh. Jangan hanya bertanya saat ada masalah saja.

 

4.      Menciptakan Suasana Kondusif di Rumah

Meskipun anak mondok dan jauh dari orangtua, suasana di rumahnya sangat mempengaruhi kejiwaan anak. Oleh karena itu hendaklah orangtua menciptakan suasana tenteram dan kondusif di rumah.

Termasuk dalam hal ini adalah, anak tidak perlu diminta pulang untuk urusan-urusan dan acara-acara yang tidak penting.

Termasuk juga ketika anak berada di rumah, orangtua mestilah memberi teladan dan mendorong agar anak dapat melestarikan kebiasaan-kebiasaan peribadatan semasa di pesantren dengan menerapkannya selama di rumah.

 

5.      Rizqi Yang Halal

Orangtua harus memastikan pemberian atau kiriman yang dibekalkan kepada anak haruslah berasal dari rizqi yang halal. Hal ini dikarenakan memiliki tujuan mulia haruslah didukung dengan tata cara yang juga mulia. Memondokkan anak demikian juga mestilah disokong dengan bekal yang juga baik dan halal. Akibat dari pemberian rizqi yang tidak halal antara lain menjadikan anak menjadi nakal, keras hati dan susah dinasehati.

Antara upaya yang penting juga terkait masalah ini adalah mengontrol kiriman uang kepada anak. Setiap bulan harus bisa dipastikan kiriman yang diberikan tidak berubah. Segala bentuk pungutan yang mengatasnamakan asrama dan atau madrasah harus sepengetahuan Pengurus Yayasan.

 

6.      Berdoa Dan Bertawakkal Kepada Allah

Upaya memondokkan anak ini di samping didukung dengan motivasi dan pemberian kiriman yang memadai, juga harus diiringi dengan upaya prihatin terus-menerus dari orangtua disertai doa kepada Allah. Doa ini tentu akan menjadi daya dorong yang luar biasa besar bagi anak dalam melaksanakan tugas belajarnya. Doa tentu juga tidak hanya dilantunkan teruntuk anak tercinta tetapi juga diberikan untuk para pengasuh, guru-guru, para pembimbing dan pengurus pondok agar mereka juga diberikan kesehatan, kesabaran, kekuatan dan istiqomah melaksanakan amanah.

Sesudah itu semua, upaya terakhir dhohir dan batin yang mesti dilakukan oleh orangtua adalah memasrahkan semuanya kepada Allah. Segala rencana boleh saja dirancang dan direkayasa oleh siapa saja, tetapi semuanya hanya Allah yang menentukan dan menetapkannya.

 

Demikian tulisan singkat ini disampaikan dan semoga bermanfaat.

 

والله ولي التوفيق والهادي إلى سواء السبيل،

عليه توكلت وبه أستعين وإليه أنيب

 

 

Krapyak, 16 Sya’ban 1433 H./6 Juli 2012 M.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About ahmad fadly