Haflah Khotmil Qur’an Ponpes Krapyak


Bantul (5/6/2012) Krapyak.org, Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum kembali berhasil mewisuda santri-santri berprestasi di bidang Tahfizhul Qur’an. Tak kurang ada delapan santriwati yang berhasil merampungkan hafalan al-Qur’an bil ghoib atau bil-hifdzi; mereka adalah Arinal Husna (Bantul), Hindun (Cirebon), Ilayya Zidta Riyya (Demak), Mailissabet (Madura), Nujumin Niswah (Kudus), Nur Izzah (Jakarta), Nurlailiah Aidatus Soliha (Subang) dan Siti Juabidah (Ciamis) . Sementara itu, ada santriwati yang berhasil wisuda dengan predikat khatam Qur’an bin-Nadhri sebanyak 117 santriwati dan khatam juz ‘amma sebanyak 126 santriwati.

Para santriwati asuhan bu Nyai Hj. Durroh Nafisah, Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi, dan Nyai Hj. Ida Rufaida ini secara resmi diwisuda pada Senin (4/6/2012) di halaman Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Turut hadir dalam acara segenap keluarga dan dewan asatidz Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta, para tamu undangan serta para orangtua para khotimat (peserta wisuda). Selain itu, hadir dalam acara tersebut Katib ‘Am PBNU DR. KH. Malik Madani, ketua Umum Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa yang didaulat memberikan mauidhoh hasanah pada kesempatan haflah kali ini, serta banyak tamu undangan lainnya. KKH. Ikhsanuddin, Lc dalam sambutan mewakili wali santri menghaturkan syukur dan terima kasih atas bimbingan dan pengajaran dari pengasuh.

Acara Khotmil Qur’an berlangsung khidmat saat dilantunkan prosesi wisuda. Terlebih, suasan berubah menjadi hening tatkala para santriwati peserta khotmil qur’an bil ghoib di uji kemampuan hafalannya di depan seluruh hadirin oleh bu Nyai Hj. Durroh Nafisah dan Nyai Hj. Luthfiyah Baidhowi. Tidak hanya itu, performa tafsir dwibahasa inggris dan arab juga dipertontonkan beberapa khotimat pada malam itu.

Dalam kesempatan mauidhoh-nya, Hj. Khofifah Indar Parawansa yang juga ketua Umum Muslimat NU ini mengajak hadirin untuk saling muhasabah (instropeksi diri).

“Di tengah-tengah kondisi bangsa yang mengalami krisis kepemimpinan. Ketiadaan pemimpin yang bisa dijadikan teladan. Maka, keberadaan pesantren menjadi sangat penting sebagai sumber rujukan ummat. Dalam konteks haflah ini, Ibnu Sina, selain dikenal sebagai seorang Dokter, juga adalah al-hafidz (penghafal al-Qur’an), Inu Rusyd selain sebagai filosof besar juga merupakan al-Hafidz, al-Farabi selain seorang Musisi besar, juga merupakan al-hafidz serta banyak tokoh lainnya. Saya mendengar, mereka yang mendapatkan syahadah pada malam hari ini. selain sebagai hafidzoh, juga adalah akademisi. Ini tentu menggembirakan.” Ungkap Khofifah dalam salah satu uraiannya.

Tak lupa, Khofifah mengucapkan selamat atas prestasi yang telah diraih para khotimat dan harapan agar Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum senantiasa meneruskan prestasi ini di masa depan.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid