Pidato Perdana Kepala Madrasah Aliyah Ali Maksum

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ به من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهد الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
والصلاة والسلام على من لا نبي بعده، سيدنا ومولانا وحبيبنا وقرة أعيننا محمد خاتم الأنبياء والمرسلين، وعلى آله وصحبه والتابعين لهم بإحسان إلى يوم الدين.
رب اشرح لي صدري ويسر لي أمري واحلل عقدة من لساني يفقهوا قولي، واجعل لي وزيرا من أهلي، هارونَ أخي، اشدُدْ به أَزْرِي، وأَشْرِكْه في أمري، كي نُسَبِّحَكَ كثيرا، وَنَذْكُرُك كثيرا، إنك كنتَ بنا بصيرا… [سورة طه (20): 25-35]
وقال تعالى: وما كان المؤمنون لينفروا كافةً. فلو لا نفر من كل فرقةٍ منهم طائفة ليتفقهوا في الدين ولِيُنْذِرُوا قومَهُمْ إذا رَجَعُوْا إِلَيْهِمْ لعلهم يَحْذَرُوْنَ. [سورة التوبة (9): 122]
وقال صلى الله عليه وسلم: "من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين" [رواه الشيخان عن معاوية]
وقال أيضا: "قل آمنت بالله ثم استقم" [رواه مسلم عن أبي عمرو]
أما بعد،

Yang Terhormat Bapak-bapak Kiai, Ibu-ibu Nyai, Pengasuh Pondok Pesantren Krapyak,
Yang Terhormat Bapak Drs. H. Abdul Majid, MA., Kepala Kantor Kementerian Agama RI Kabupaten Bantul,
Yang Terhormat Bapak KH. Jirjis Ali beserta segenap jajaran Dewan Pembina Yayasan Ali Maksum PP. Krapyak,
Yang Terhormat Bapak H. Afif Muhammad, MA., Ketua Yayasan Ali Maksum PP. Krapyak Yogyakarta,
Yang Terhormat Bapak Drs. KH. Asyhari Abdullah Tamrin, M.Pd.I, Kepala Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak,
Yang Terhormat Kepala-kepala Madrasah dan Ketua-ketua Lembaga di lingkungan Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta,
Yang Terhormat segenap Dewan Guru, Dewan Pembimbing, Pengurus Pondok dan hadlirin dan hadlirat, yang semoga dimulyakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Alhamdulillah, pada hari ini kita bisa bertemu di tempat ini dalam suasana yang semoga diberi barakah dan rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat serta salam mari kita sanjungkan kepada Kanjeng Nabi Muhammad shallallahu ‘alayhi wasallam beserta keluarga, para sahabat dan kita semua, para pengikutnya.

Pagi ini kita diundang oleh Pengurus Yayasan Ali Maksum untuk mengikuti acara pelantikan Kepala Madrasah Aliyah Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta. Dan sebagaimana hadlirin dan hadlirat saksikan, saya ditunjuk dan diberi amanah oleh Pengurus Yayasan untuk menjadi Kepala Madrasah Aliyah Ali Maksum yang baru menggantikan guru saya, Bapak KH. Asyhari Abdullah Tamrin. ‘Ala kulli hal, terima kasih saya haturkan kepada Pengurus Yayasan yang telah memberikan kepercayaan ini kepada saya. Saya berharap mampu mengemban dan memikul amanat ini dengan penuh tanggung jawab.

Bapak-bapak, Ibu-ibu, hadlirin dan hadlirat rahimakumullah,
Tentu sangat sulit bagi saya membayangkan tugas-tugas dan kewajiban-kewajiban yang akan saya emban berkaitan dengan jabatan ini. Lebih-lebih bila saya mengingat nama-nama besar yang membidani, membangun, membina, mengembangkan dan membesarkan Madrasah ini, baik yang hingga hari ini masih ikut terlibat mengabdi maupun mereka yang sudah meninggalkan kita. Untuk mereka semua, saya mohonkan hadiah bacaan Surat al-Fatihah kepada hadlirin dan hadlirat sekalian, dengan harapan semoga perjuangan, pengorbanan dan kebaikan mereka semua dijadikan sebagai amal sholeh dan amal jariyah yang pahalanya senantiasa dilimpahkan oleh Allah Ta’ala, lahum al-Fatihah…

Apalagi yang harus saya gantikan adalah Bapak KH. Asyhari Abdullah Tamrin, guru saya yang memiliki dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang tak terbantahkan bagi Pondok Krapyak umumnya dan Madrasah Aliyah pada khususnya. Beliau adalah produk asli Pondok Krapyak, karena beliau sudah sejak SD mondok di Krapyak. Beliau juga adalah mantan Pengurus Pondok. Beliau juga guru yang ditunjuk mengajar dan diperjuangkan status kepegawaiannya oleh Simbah KH. Ali Maksum rahimahullah. Dan sebelum menjadi Kepala Madrasah Aliyah, dulu bertahun-tahun beliau menjadi wakil Bapak saya, H. Muhammad Hasbullah rahimahullah.

Beliau telah memajukan Pesantren dan Madrasah Aliyah ini hingga seperti kita lihat perkembangannya pada hari ini. Madrasah ini sudah memiliki gedung yang megah, kelas-kelas yang memadai, ruang perpustakaan dan beberapa laboratorium yang semuanya dimaksudkan untuk melayani proses belajar-mengajar bagi sekitar 600an santri dan 100an guru dan pegawai. Juga melalui media dakwah di tengah masyarakat dan aktivitas di lingkungan Nahdlatul Ulama, beliau terus-menerus mempromosikan dan mengembangkan Pesantren Krapyak. Joke-joke segar beliau ketika mengajar, atau ketika bertemu dengan lulusan Krapyak, senantiasa ngangeni dan dikenang, menjadikan Krapyak semakin nyantol di hati para alumni. Jadi meskipun beliau ngersakke untuk retired dari jabatan ini karena memasuki usia pensiun, dengan sungguh-sungguh saya memohon kepada beliau agar terus bisa mengajar dan membimbing kita semua di Pondok dan Madrasah tercinta ini.

Hadlirin dan hadlirat yang saya muliakan,
Alhamdulillah, saya pun pernah menjadi pembantu beliau sebagai Wakil Kepala Madrasah sebelum saya pergi belajar ke Khartoum, Sudan. Saya, sebagaimana beliau, juga adalah produk asli Pondok ini, ruhan wa jasadan. Almarhum KH. Ali Maksum dan Bapak H. Muhammad Hasbullah rahimahumallah, bukan sekedar Simbah dan Bapak saya secara fisik dan hubungan darah, tapi betul-betul murabbi-ruhi…, pendidik dan pembentuk karakter jiwa saya. Saya belajar membaca dan menulis dari keduanya. Keduanya benar-benar istimewa di mata saya, karena telah mendidik, mendewasakan, memberi banyak wawasan dan pengetahuan keilmuan yang tidak ternilai harganya. Berkat mereka, dan tentu saja semua guru-guru saya di Krapyak ini, sesungguhnya saya “hidup” dan mendapatkan banyak anugerah dari kehidupan yang saya jalani hari ini. Untuk menyatakan rasa syukur dan bakti saya kepada mereka, saya mohon kepada Panjenengan semua bersedia memberi hadiah Surat al-Fatihah khusus untuk keduanya, lahumal-fatihah…

Sungguh saya menyadari, saya bukanlah yang terbaik di antara Panjenengan semua. Saya sekedar akar, karena belum ada yang kerso menyandang jabatan ini. Saya tidak tahu mengapa saya yang ditunjuk dan ditetapkan sebagai Kepala Madrasah ini. Tapi paling tidak, modal saya belajar sejak kecil di Pondok ini, pengalaman mengajar lebih dari 15-20 tahun di Madrasah ini, sekaligus pernah menjadi bagian dari pengurus, pengelola dan perumus kurikulum Madrasah ini, akan memberi tambahan modal bagi saya melanjutkan estafet kepemimpinan Madrasah ini.

Saya juga belum punya rancangan program ke depan bagi kelangsungan Madrasah ini. Tapi paling tidak, saya ingin program yang selama ini dirancang oleh para Pengurus Madrasah dan sudah berjalan dengan baik dapat dilanjutkan. Saya akan belajar dulu segala sesuatunya, dan kemudian ingin memberi penekanan dan fokus perhatian pada dua hal saja, yaitu:
Pertama, masalah kedisiplinan. Sebagaimana saya telah dididik, faktor ini menjadi kunci sukses proses belajar-mengajar.
Kedua, penguatan tafaqquh fid-din. Saya menyadari bahwa pertemuan dan keberadaan kita semua di sini adalah atas nama pendalaman agama. Rumusan ini akan menjadi key word kita dalam menjalankan Madrasah berbasis Pondok Pesantren ini.

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati,
Sebagai pengabdi di Pondok dan di Madrasah ini, kita harus terus menerus sadar bahwa sejarah Pondok ini dimulai dari rintisan Simbah KH. Muhammad Munawwir rahimahullah yang menekankan pada pengajaran al-Qur`an. Orientasi Pondok ini di samping pengajian al-Qur`an, kemudian berkembang kepada pengkajian kitab pada masa Simbah KH. Ali Maksum rahimahullah. Dari sinilah oleh almarhum, sistem madrasi ini dirintis dan dikembangkan, hingga hari ini kita menemui banyak lembaga di Pesantren ini. Oleh karena itu, pada pendapat saya, mendasarkan diri dan mengembangkan semuanya dari dua orientasi ini adalah penting sekali.
Apalagi pada masa ini masyarakat sangat menantikan anak-anak didik yang bukan hanya pandai agama, tapi juga memiliki karakter keimanan dan pribadi yang bermoral. Pesantren harus memberi jawaban terhadap ini semua, melalui nilai-nilai yang sejak dulu dimiliki oleh Pesantren sendiri, yaitu melalui metode ta’lim (pendidikan) dan tarbiyah (pengajaran), serta mencakup aspek ilmiyah (transfer pengetahuan) dan aspek ruhiyah (teladan spriritualitas)…

Bapak-bapak, Ibu-ibu yang saya hormati,
Demikianlah sambutan singkat saya. Tentu, saya tidak akan bisa menjalankan amanah ini tanpa bantuan, saran, nasehat dan pertolongan Panjenengan semua, khususnya seluruh guru, Pengurus Madrasah, Pembimbing Pondok, Para Pengasuh, Pengurus Yayasan, alumni dan tokoh-tokoh lapisan masyarakat. Apalagi Panjenengan semua tahu, tugas resmi kenegaraan saya ada di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Oleh karena itu, saya memerlukan teamwork yang kuat, yang mendukung rencana-rencana yang nanti akan diberlakukan. Kepada Bapak KH. Asyhari Abdullah Tamrin, guru saya yang dulu di kelas 2 Tsanawiyah sempat menjewer saya karena hafalan mahfudlat saya kurang sempurna, saya masih siap dibimbing, diarahkan dan dijewer lagi…

Akhirnya, mohon doa dan pangestu panjenengan semuanya. Kurang lebihnya mohon maaf dan terima kasih atas segala perkenan, doa, dukungan dan perhatiannya.

والله ولي التوفيق والهادي إلى سواء السبيل
عليه توكلت وبه أستعين وإليه أنيب
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Krapyak, 2 Rabi’ al-Awwal r 1433 H. / 26 Januari 2012 M.

Hilmy Muhammad Hasbullah

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid