Idealnya Lulusan Krapyak Tetap Nyantri di Pesantren


“Idealnya Lulusan Krapyak tetap nyantri di Pondok Pesantren”, demikian tutur KH. Asyhari Abta selaku Kepala Sekolah MA Ali Maksum saat memberikan sambutan pada purna siswa kelulusan santri kelas tiga Madrasah Aliyah Ali Maksum periode 2010/2011 ahad (29/5/2011). Kondisi Yogyakarta sebagai kota pelajar dan pendidikan dengan berbagai kultur dan masyarakat yang majemuk, jelas membuat banyak orang tua khawatir dengan pergaulan anak mereka ketika melanjutkan studi di Yogyakarta.

Pergaulan yang cenderung bebas dan tidak terkontrol juga mesti diwaspadai oleh santri. Maka, menurut Pak Azhari, selesai lulus dari jenjang studi dan melanjutkan kuliah di berbagai perguruan tinggi, sebaiknya orang tua menyarankan anak mereka untuk nyantri lagi. Karena, selain meng-counter aspek negatif pergulan yang tidak sehat, juga untuk meneruskan ngaji dan memperdalam keilmuan pesantren. “ Ketika di Pesantren, ananda semua akan rikuh dan berpikir ketika ketika melakukan sesuatu yang dilarang agama dan moral masyarakat. Minimal, pengasuh dan teman-teman santri lainnya akan mengingatkan ketika ada yang diluar batas. Biar bagaimana pun, di pesantren jauh lebih baik daripada harus nge-kos ”, tegas beliau.

Senada dengan Pak Ashari Abta, Pak Hilmy Muhammad dalam sambutannya mewakili pengasuh dan pengurus Yayasan berpesan agar para santri bias nyantri lagi. “Saya mohon kepada orangtua wali santri agar jangan melepas putra-putranya ke luar pondok. Silakan dipondokkan lagi, baik di Krapyak atau di pesantren mana, monggo…” tutur Beliau.

Lebih jauh KH. Hilmy Muhammad mengingatkan bahwa selama di Krapyak, santri sejatinya telah dibekali dengan berbagai pengetahuan (baik di madrasah maupun kepesantrenana). Hal itu dimaksudkan sebagai muqaddimah atau pengantar menghadapi dunia yang lebih luas dan kompleks. “Sampeyan sudah dibekali dengan Riyadlus-Shalihin, Tafsir Jalalayn, Bulughul-Maram, Sulam-Tawfiq, Alfiyah, serta pelajaran-pelajaran lain di madrasah yang semua itu dimaksudkan untuk mempersiapkan sampeyan menghadapi peradaban” lanjut pak Hilmy.

Secara khusus, Pak Hilmy juga mengingatkan para santri yang baru saja purna siswa, bahwa sebagai alumni pondok pesantren, mereka harus berkepribadian santri, yang perilakunya mencerminkan nilai-nilai pesantren. Di antara Nilai-nilai itu adalah keikhlasan (tanpa pamrih), istiqomah (konsisten), ukhuwwah (menjaga persaudaraan) dan khidmah dan kejujuran.

“ Ciri santri mBah Munawwir dan mBah Ali itu syakhsyiyyatan-‘ilmiyyatan-khuluqiyyatan (baik secara kepribadian, keilmuan maupun adab dan perilaku)”. Tegas beliau.

Dihadiri oleh para santri kelas tiga yang mengikuti purna siswa, jajaran pengasuh dan pengurus yayasan serta para guru. Acara juga di hadiri oleh para wali santri dan beberapa tamu undangan. Didampingi oleh KH. Asyhari Abta, terlihat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Bapak H. Masykul Hadi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bantul.

Pada kesempatan sambutannya, pak Asyhari juga mengumumkan tiga santri yang berhasil mendapat beasiswa penuh di Manajemen UNY, Psikologi UGM dan Tafsir Hadits UGM melalui program Bidik Misi dan PBSB. Selain itu juga diumumkan 10 santri yang berhasil mendapat nilai Sembilan pada Ujian Nasional.

Untuk memeriahkan acara, di adakan juga stand pameran seni oleh para http://www.krapyak.org/wp-admin/post-new.phpsantri kelas dua MA Ali Maksum yang diasuh oleh Bpk. Muhim Agung. Ada banyak kreasi seni yang ditampilkan. Mulai dari kaligrafi, lukisan, lampu hias. Selain itu ada juga aneka maket dan replika mesjid, gedung, monas, monumen jam gadang dan lain sebagainya.

Tahun ini MA Ali Ali Maksum berhasil melulusankan 93 santri (96%), yakni Program IPA (lulus 100%), program IPS (lulus 100%) dan program Agama (93%). Dari total keseluruhan santri yang mengikuti Ujian Nasional (UN), hanya satu orang saja yang tidak lulus UN. Angka kelulusan ini lebih baik dari hasil kelulusan pada tahun-tahun sebelumnya. Hasil tersebut tidak hanya menjadi bukti prestasi dan kemajuan yang ditorehkan oleh semua elemen di lingkungan Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum, tetapi juga menjadi tantangan untuk lebih baik lagi di masa depan.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid