Pelajari Keragaman Indonesia, Sejumlah Jurnalis Ternama AS Kunjungi Pesantren Krapyak

Krapyak, (Rabu, 18/5/2011; Sebagai Negara dengan tingkat populasi terbesar keempat di dunia dan penganut Islam terbesar di dunia, Indonesia memiliki peranan sangat penting terkait sejumlah persoalan-persoalan global, tidak hanya di tingkat Asia Tenggara dan Asia, tetapi juga di dunia Internasional.

Bermaksud mencari pemahaman yang lebih komprehensif dan aktual tentang Indonesia tersebut, bekerja sama dengan Tempo Institute (salah satu Grup Tempo untuk pengembangan jurnalistik di Indonesia), sejumlah jurnalis dan editor senior dari berbagai media televisi, koran-majalah dan radio ternama di AS yang tergabung dalam program IRP (Internasional Reporting Project) atas prakarsa Universitas John Hopkins, Washington-Amerika Serikat,mengunjungi beberapa kota di Indonesia, seperti Jakarta, Kalimantan Barat dan Yogyakarta pada 8-20 Mei 2011. Ikut dalam rombongan tersebut adalah Jayshree Bajoria, staf penulis senior dan editor, CFR.org, Council of Foreign Relations, New York, Anna Maria Barry-Jester, editor ABC News, Jeffery DelViscio dari The New York Times, Jack Epstein, San Francisco Chronicle, Sandra Hausman, kepala biro dan editor, Virginia Public Radio, Ethan Lindsey, produser, “Marketplace,” Los Angeles, Sasha Polakow-Suransky, staf editor “Foreign Affairs”, The New York Times, Daniel Sagalyn, produser senior, “PBS NewsHour” Emily Schultze, produser senior White House, CNN, Benjamin Shaw, editor dan produser, National Geographic Weekend, Vickie Walton-James, National Public Radio.

Selama dua minggu intensif di Indonesia, editor dan jurnalis dari berbagai latar belakang media tersebut menyoroti berbagai isu-isu penting seperti kesehatan, lingkungan hidup, praktek beragama dan lain sebagainya. Negara Kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau seperti Indonesia menarik karena disamping sedang menghadapi tantangan dalam negeri, juga berkutat dalam persoalan global seperti terorisme, perubahan iklim, bahaya alam seperti tsunami, gunung berapi dan gempa bumi. Pada saat yang sama, bangsa Indonesia mencoba untuk tetap mengokohkan pondasi demokrasi, mengurangi kemiskinan dan upaya pemberantasan korupsi.

Saat Di Yogyakarta, rombongan berkunjung ke Pesantre Krapyak Yayasan Ali Maksum Yogyakarta pada Selasa (17/5). Di terima oleh jajaran Pengasuh, para staf pengajar dan santri, rombongan di sambut dengan alunan hadroh. Dalam kesempatan tersebut, selain dipaparkan kurikulum pendidikan di Pesantren Krapyak, juga terjalin diskusi tentang Islam, pendidikan pesantren dan lingkungan hidup. Selain diskusi,rombongan jurnalis juga berkesempatan mengunjungi MTs ali Maksum; salah satu lembaga pendidikan di Pesantren Krapyak dan berdialog dengan para guru dan santri serta melakukan sesi foto bersama.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid