Kunjungi Pesantren Krapyak; Rombongan Jurnalis AS jalin Dialog tentang Islam, Pesantren dan Pendidikan

Krapyak, Rabu (18/5/2011). bekerja sama dengan Tempo Institute (salah satu Grup Tempo untuk pengembangan jurnalistik di Indonesia), sejumlah jurnalis dan editor senior dari berbagai media televisi, koran-majalah dan radio ternama di AS yang tergabung dalam program IRP (Internasional Reporting Project) atas prakarsa Universitas John Hopkins, Washington-Amerika Serikat,mengunjungi Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta pada selasa, (17/5).Program IRP untuk para jurnalis dan editor berbagai media di AS ini bertujuan untuk mencari pemahaman yang lebih komprehensif dan aktual tentang Indonesia.Kunjungan dijadwalkan selama dua minggu (8-20 Mei) di Jakarta, Kalimantan Barat dan Yogyakarta. Di Yogyakarta, Pesantren Krapyak menjadi satu-satunya lembaga pendidikan pesantren yang dikunjungi dalam lawatan kali ini.

Di Pesantren Krapyak, rombongan tamu di terima oleh jajaran pengasuh Pesantren Krapyak, para staf pengajar dan santri, rombongan di sambut dengan alunan hadroh. Dalam kesempatan tersebut, selain dipaparkan kurikulum pendidikan di Pesantren Krapyak, juga terjalin diskusi seputar tema Islam, pendidikan pesantren dan lingkungan hidup.
Selain diskusi mengenai kurikulum pesantren dengan guru dan para santri, ketika ditanya tentang Islam, masyarakat muslim dan pesantren di Indonesia, secara bergantian, KH. Afif Muhammad, KH. Hilmy Muhammad, KH. Widyawan, Hj.Diana Jirjis, , Fatma Zuhratun Nisa, menjawab bahwa Pesantren Krapyak merupakan contoh tipologi mayoritas pesantren yang ada di Indonesia yang beraliran ahlu sunnah wal jama’ah dengan ciri moderat dan tidak antipati terhadap modernitas dengan pedoman“almuhafadzah ala qadimis sholil, wal, akhdzu bil jadidil ashlah (menjaga tradisi lama yang baik, dan mengadopsi tradisi baru yang lebih baik). Melalui dialog tersebut diharapkan, rombongan jurnalis-editor AS mendapat pemahaman yang baik tentang Islam dan masyarakat muslim di Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, juga dipaparkan bahwa Pesantren Krapyak dengan kekuatan swadaya dan bantuan pemerintah, saat ini terus mengembangkan program “eko-pesantren”, program yang turut berpartisipasi dalam menjaga lingkungan yang lebih hijau, bersih bersama masyarakat.

“Pesantren memiliki memiliki peranan penting menjaga lingkungan sesuai dengan spirit ajaran Islam: an-nadzafatu minal iman, kebersihan bagian dari iman seorang muslim), yang diintegrasikan dengan pengajaran baik mata pelajaran umum dan agama”, demikian tutur Hj. Diana jirjis.

Selain diskusi,rombongan jurnalis juga berkesempatan mengunjungi MTs ali Maksum; salah satu lembaga pendidikan di Pesantren Krapyak dan berdialog dengan para guru dan santri serta melakukan sesi foto bersama.
Kunjungan para jurnalis, selain melawat ke Pesantren Krapyak, juga dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda pertemuan dengan tokoh anti-korupsi, tokoh agama, tokoh lingkungan dan HAM,serta seminar dan diskusi panel tentang kesehatan dan lingkungan di beberapa universitas dan mengunjungi beberapa tempat di Indonesia.

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About humaid