Peduli Merapi

Ketika Merapi meletus banyak wali santri maupun alumni yang menanyakan kondisi pesantren Ali Maksum Krapyak. Alhamdulillah pesantren Krapyak yang terletak sekitar 40 km di sebelah selatan gunung tersebut hanya terkena abu tipis putih. Kegiatan belajarpun berlangsung seperti biasanya.

Sebagai wujud kepedulian terhadap korban letusan merapi, para santri dibawah koordinasi Ibu Maya Fitria, menggalang bantuan untuk Merapi. Para santri berinisiatif untuk mengumpulkan pakaian bekas pantas pakai dan menyisihkan sebagian uang jajan mereka, beberapa alumni dan kerabat melakukan transfer dana melalui rekening yayasan, dan beberapa datang langsung menyerahkan bantuan. Pesantren Krapyak juga mendapatkan amanah jamaah masjid Torino, Italia dan LintangIndonesia yang berkedudukan di Irlandia untuk menyalurkan sumbangan mereka. Total dana yang terhimpun adalah Rp 28,6 juta sedangkan yang berupa barang nilainya jauh lebih banyak.

Penyaluran bantuan tidak terlepas dari peran serta alumni yang berada di sekitar wilayah bencana. Dari merekalah didapatkan informasi tentang daerah yang tidak terjangkau bantuan resmi pemerintah. Ke sanalah pesantren Krapyak menyalurkan amanah bantuan tersebut. Sebagian dana yang terkumpul dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan pengungsi dan disalurkan bersama bantuan barang berupa masker, pakaian, selimut, diapers, pembalut, mukena, sarung, susu, beras, minyak, sayuran dan bahan makanan lainnya.

Selain penyaluran langsung, ada dana yang disalurkan melalui PWNU dan juga dialokasikan untuk beasiswa bagi beberapa santri Pesantren Krapyak yang orangtuanya menjadi korban Merapi. Yayasan Ali Maksum Pondok Pesantren Krapyak membebaskan biaya pendidikan sedangkan dana bantuan Merapi digunakan untuk biaya hidup para santri tersebut.

Jazakumullahu ahsanal jazaa’ atas bantuan dan kepercayaan yang diberikan dalam penyaluran bantuan untuk korban Gunung Merapi. Semoga Allah membalas dengan balasan terbaik!

Photo by REUTERS/Beawiharta

Comments

comments

Powered by Facebook Comments

About editor